Hindari Enam Makanan Ini setelah Cabut Gigi
- 21 Jul 2026 10:34 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Setelah menjalani pencabutan gigi, pasien perlu memperhatikan pola makan agar proses penyembuhan berjalan optimal.
Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan, sedangkan makanan yang kurang tepat justru berisiko menyebabkan perdarahan, infeksi, hingga lepasnya bekuan darah pada bekas pencabutan.
Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi setelah cabut gigi:
1. Makanan keras
Kerupuk, kacang, keripik, atau permen keras dapat menekan area bekas pencabutan dan memicu perdarahan kembali.
2. Makanan panas
Sup atau minuman yang masih sangat panas dapat memperlebar pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Sebaiknya konsumsi makanan hangat atau bersuhu ruang.
3. Makanan pedas
Cabai dan bumbu pedas dapat mengiritasi luka sehingga menimbulkan rasa perih dan menghambat proses penyembuhan.
4. Makanan yang mudah hancur dan berbutir kecil
Makanan seperti popcorn, wijen, atau beras yang keras dapat terselip di bekas luka dan meningkatkan risiko infeksi.
5. Makanan lengket
Permen karet, dodol, atau karamel dapat menempel pada area pencabutan dan mengganggu proses penyembuhan.
6. Minuman beralkohol dan bersoda
Kedua jenis minuman ini dapat menghambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko iritasi pada jaringan mulut.
| Baca juga: Apakah Boleh Minum Teh setelah Makan? |
Selain menghindari makanan tertentu, pasien juga dianjurkan tidak menggunakan sedotan saat minum.
Gerakan mengisap dapat menyebabkan bekuan darah terlepas sehingga memicu kondisi dry socket, yaitu komplikasi yang menyebabkan nyeri hebat pada bekas pencabutan gigi.
Selama masa pemulihan, pilihlah makanan bertekstur lembut seperti bubur, kentang tumbuk, yogurt, telur orak-arik, tahu, puding atau pisang yang mudah dikunyah dan tidak memberikan tekanan berlebih pada area luka.
Dengan memperhatikan asupan makanan dan mengikuti anjuran dokter, proses penyembuhan setelah cabut gigi dapat berlangsung lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....