Mengapa Kita Keringat Dingin, Sesak Nafas, dan Lemas ketika Berbuka

  • 28 Feb 2026 13:40 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Ketika berbuka puasa, banyak orang mengalami gejala-gejala seperti keringat dingin, sesak nafas, dan lemas. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang terkait dengan perubahan fisiologis tubuh setelah berpuasa seharian.

Perubahan Gula Darah

Ketika kita berpuasa, kadar gula darah kita menurun karena tidak ada asupan makanan. Ketika kita berbuka, tubuh kita memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan asupan gula darah yang tiba-tiba meningkat. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada sistem saraf simpatis, yang dapat memicu gejala-gejala seperti keringat dingin dan sesak nafas.

Dehidrasi

Berpuasa seharian dapat menyebabkan dehidrasi, terutama jika kita tidak minum cukup air selama sahur. Ketika kita berbuka, tubuh kita memerlukan waktu untuk mengisi kembali cairan tubuh yang hilang. Dehidrasi dapat menyebabkan gejala-gejala seperti keringat dingin, lemas, dan sesak nafas.

Perubahan Tekanan Darah

Berpuasa seharian dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, terutama jika kita memiliki riwayat tekanan darah rendah. Ketika kita berbuka, tekanan darah kita dapat meningkat secara tiba-tiba, yang dapat menyebabkan gejala-gejala seperti keringat dingin dan sesak nafas.

Kelelahan

Berpuasa seharian dapat menyebabkan kelelahan, terutama jika kita tidak memiliki asupan makanan yang cukup selama sahur. Ketika kita berbuka, tubuh kita memerlukan waktu untuk mengisi kembali energi yang hilang. Kelelahan dapat menyebabkan gejala-gejala seperti lemas dan sesak nafas.

*Tips untuk Menghindari Gejala-Gejala Ketika Berbuka*

- Makanlah dengan perlahan-lahan dan tidak terlalu banyak

- Minum air yang cukup selama sahur dan berbuka

- Hindari makanan yang terlalu manis atau berlemak

- Beristirahat sejenak sebelum berbuka

- Lakukan olahraga ringan setelah berbuka

Dengan mengikuti tips di atas, kita dapat mengurangi gejala-gejala seperti keringat dingin, sesak nafas, dan lemas ketika berbuka. Namun, jika gejala-gejala ini berlanjut atau memburuk, sebaiknya kita konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang lebih pasti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....