Genjot Kualitas Sawit : Petani Dilarang Pakai Benih "Abal-Abal"
- 09 Sep 2026 12:14 WIB
- Mamuju
RRI. CO. ID, Mamuju — Rendahnya produktivitas sawit di Sulawesi Barat dinilai berawal dari penggunaan benih tidak bersertifikat. Untuk itu, Pemprov Sulbar menegaskan petani dilarang menggunakan benih abal-abal dan wajib memakai benih yang telah disahkan Dinas Perkebunan.
Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan kunci utama agar petani mampu bersaing di pasar global. Ia juga berpesan agar para pemateri memberikan pelatihan yang aplikatif dan langsung menyasar aspek teknis di lapangan.
"Tadi saya pesan para petani ini untuk memanfaatkan, karena ini sesuatu yang baik sekali. Dan juga saya minta pelatihnya juga mengajarkan, ya tidak usah terlalu banyak teori, karena ini petani semua, sehingga perlu teknis," ujar Junda.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan PT Citra Widya Education, Boedi Oetomo, memaparkan materi pelatihan yang berfokus pada perubahan perilaku pengelolaan kebun secara teknis. Ia memberikan instruksi keras kepada para peserta agar selektif dalam memilih bibit.
"Gunakan benih bersertifikat yang disahkan dan diketahui atas restu dinas perkebunan, jangan lagi menggunakan benih abal-abal," tegas Boedi.
Selain masalah pemilihan bibit terbaik, Boedi juga menekankan pentingnya penanganan hasil panen yang benar. Petani diinstruksikan untuk menghindari pemanenan buah mentah atau buah busuk demi menjaga kualitas minyak dan mencegah turunnya kadar Crude Palm Oil (CPO).
Melalui pelatihan intensif yang dipantau hingga Desember mendatang ini, diharapkan potensi lahan seluas 146 ribu hektare di Sulawesi Barat dapat dikelola secara optimal demi mendongkrak kesejahteraan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....