Perkuat Akses di Daerah 3T, BPJS Kesehatan Luncurkan Layanan Ujung Negeri

  • 14 Jul 2026 07:36 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Melalui siaran Pers secara daring di kantor BPJS Kesehatan cabang Mamuju pada 14 Juli 2026, BPJS Kesehatan resmi meluncurkan program Layanan Ujung Negeri (LANURI) guna memperluas akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi penduduk Indonesia yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Program ini merupakan bagian dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang diresmikan di Jakarta, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa LANURI hadir sebagai solusi atas tantangan geografis dan infrastruktur digital di berbagai pelosok Indonesia.

Melalui program ini, BPJS Kesehatan mengoptimalkan dua kanal layanan utama, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi serta BPJS Keliling.

"Hari ini kita laksanakan LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia. Dari jumlah tersebut, 379 titik menyediakan layanan berbasis video conference melalui VIOLA, sementara 179 titik lainnya menghadirkan layanan jemput bola melalui BPJS Keliling," ujar Pujo.

VIOLA dirancang sebagai kanal layanan non-tatap muka yang menghubungkan masyarakat dengan petugas BPJS Kesehatan secara real-time. Berdasarkan data Januari-Mei 2026, tercatat 218.729 pemanfaatan layanan VIOLA, dengan Puskesmas sebagai lokasi akses terbanyak.

Layanan informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menjadi kebutuhan yang paling dominan diakses oleh peserta, khususnya segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Namun, Pujo menyadari bahwa digitalisasi belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat akibat keterbatasan infrastruktur jaringan komunikasi data (jarkomdat) dan literasi teknologi. Oleh karena itu, layanan BPJS Keliling menjadi pelengkap krusial untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Dalam implementasinya, BPJS Kesehatan menggandeng berbagai stakeholders untuk memastikan jangkauan layanan yang lebih luas.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, jaringan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi hub atau titik lokasi pendukung, baik untuk infrastruktur internet bagi VIOLA maupun sebagai basis operasional BPJS Keliling di desa-desa.

Dukungan serupa datang dari Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda. Pihak TNI siap mengerahkan sumber daya yang dimiliki, termasuk fasilitas kesehatan TNI, kapal rumah sakit, hingga melibatkan sekitar 76.000 personel Babinsa untuk mendukung aksesibilitas layanan kesehatan di wilayah terpencil.

Peluncuran LANURI sekaligus menandai penutupan program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang berhasil mencapai angka realisasi 91,53%. Selain program LANURI, beberapa capaian strategis lainnya meliputi:

JKN 3T: Kerja sama pengoperasian kapal bantu rumah sakit dan pengiriman tenaga kesehatan ke daerah terpencil.

P-Care MBG: Pemantauan kesehatan petugas SPPG serta tumbuh kembang siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Eliminasi Inefisiensi: Penggunaan intelligence claim untuk efisiensi biaya serta pencegahan potensi fraud dalam layanan kesehatan.

"Harapan kami, LANURI dapat memudahkan akses layanan JKN bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, meski mereka tinggal di wilayah dengan tantangan akses yang tinggi," tutup Pujo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....