5 Kesalahan yang Sering Dilakukan UMKM dan Cara Menghindarinya
- 06 Jul 2026 15:18 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Banyak pelaku UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya dari skala rumahan hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, di balik peluang tersebut, masih ada sejumlah kesalahan yang sering dilakukan sehingga menghambat perkembangan usaha.
Berikut lima kesalahan yang umum terjadi pada UMKM beserta cara mengatasinya.
1. Tidak Memisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah mencampurkan uang pribadi dengan uang hasil usaha. Akibatnya, pelaku UMKM kesulitan mengetahui apakah usahanya benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian.
Cara menghindarinya adalah dengan membuat rekening khusus untuk usaha serta mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran secara rutin. Langkah sederhana ini akan memudahkan dalam mengelola arus kas dan mengambil keputusan bisnis.
2. Tidak Memahami Kebutuhan Pasar
Sebagian pelaku UMKM terlalu fokus pada produk yang ingin dijual tanpa terlebih dahulu mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen. Akibatnya, produk kurang diminati atau kalah bersaing dengan produk lain.
Melakukan survei sederhana, meminta masukan dari pelanggan, dan mengikuti tren pasar dapat membantu pelaku usaha menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.
3. Kurang Memanfaatkan Media Digital
Di era digital, masih ada UMKM yang hanya mengandalkan penjualan secara langsung. Padahal, media sosial, marketplace, dan aplikasi pesan instan dapat menjadi sarana promosi yang efektif dengan biaya relatif terjangkau.
Mengunggah foto produk yang menarik, memberikan informasi yang jelas, serta aktif berinteraksi dengan pelanggan dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
4. Tidak Menentukan Harga dengan Perhitungan yang Tepat
Menentukan harga hanya dengan melihat harga pesaing sering menjadi kesalahan. Banyak pelaku UMKM lupa menghitung seluruh biaya produksi, seperti bahan baku, kemasan, transportasi, listrik, hingga tenaga kerja.
Akibatnya, produk memang laku terjual, tetapi keuntungan yang diperoleh sangat kecil, bahkan bisa merugi. Oleh karena itu, penetapan harga harus didasarkan pada perhitungan biaya yang akurat dan margin keuntungan yang wajar.
5. Mengabaikan Pelayanan kepada Pelanggan
Produk yang berkualitas belum tentu cukup jika pelayanan kepada pelanggan kurang baik. Respons yang lambat, pengemasan yang kurang rapi, atau tidak menindaklanjuti keluhan pelanggan dapat membuat konsumen beralih ke kompetitor.
Pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional akan meningkatkan kepuasan pelanggan serta membuka peluang terjadinya pembelian ulang dan promosi dari mulut ke mulut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....