Tradisi : Inovasi Digital untuk UMKM Lokal
- 30 Sep 2025 09:35 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju - Upaya digitalisasi UMKM di Sulawesi Barat semakin nyata, dengan hadirnya sebuah inovasi bernama ‘Tradisi’.
Creative Manager Manakarra UMKM Taman Digital Karema, Hendri Hakim, menjelaskan bahwa Tradisi bukan sekadar aplikasi Android biasa, tetapi merupakan ekosistem digital yang terintegrasi.
“Jadi ini bukan sebatas aplikasi Android, ini adalah sebuah tempat sentra UMKM digitalisasi dan kolaborasi, punya sistem pengelolaan, punya sistem periklanan, punya sistem untuk inkubasi, teman-teman mau urus NIB, mau urus pembiayaan, permodalan, segala macam, itu semuanya kita siapkan dalam satu kawasan,” jelasnya, dijumpai di kantor RRI, Senin (29/09).
Melalui sistem digital ini, pelaku UMKM cukup menginput data mereka secara online, tanpa harus bertatap muka. Data tersebut kemudian akan dikelola dan disalurkan ke instansi terkait, sehingga proses menjadi lebih cepat dan efisien.
“Melalui aplikasi ini teman-teman pelaku UMKM input data-datanya, jadi tidak mesti lagi ketemu. Di input data-datanya kami manage, kami sambungkan dengan pihak-pihak yang terkait, baik itu dari BPOM, Badan Halal, dan juga Kemenkumham untuk menerbitkan izinnya atau menerbitkan keterangan-keterangan mereka,” tambahnya.
Aplikasi ini dikatakan akan menyediakan fitur laporan transaksi terintegrasi secara real-time ke pelaku UMKM, dan pemerintah termasuk pelaporan pajak dan retribusi.
“Keunggulannya juga, untuk pelaku UMKM yang menggunakan aplikasi ini, dia reportnya real time, begitu ada orang yang pesan, langsung masuk ke dia. Selain itu juga, untuk pemerintah, karena kan kita pasti kerjasama dengan pemerintah, lahannya yang kita mau kembangkan, laporannya untuk pemerintah baik dia pajak makan minum, pajak retribusi parkir, itu semuanya ter-report,jadi sinkron semua, kolaborasi,” tuturnya.
Adapun gagasan membangun aplikasi Tradisi berangkat dari pengalaman langsung para pelaku UMKM yang kerap kesulitan dalam mengurus legalitas dan mengakses pasar. Proyek ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi UMKM di Sulawesi Barat.
Reporter: Nita Wahyuni
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....