Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,2 Persen TW II
- 06 Agt 2026 12:33 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat perekonomian Sulawesi Barat pada Triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,2 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan menunjukkan penguatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor utama.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulbar pada Triwulan II 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya. Pada Triwulan II 2024, ekonomi Sulbar tumbuh 4,12 persen, sedangkan pada Triwulan II 2025 mencapai 4,24 persen.
"Pertumbuhan perekonomian Sulawesi Barat pada kuartal ke-2 2026 secara year on year adalah 5,2 persen. Perekonomian Sulawesi Barat pada kuartal ke-2 tumbuh positif. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari dua tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2024 sebesar 4,12 persen, sementara pada tahun 2025 sebesar 4,24 persen," ujar Suri Handayani, dalam berita resmi statistik yang digelar di aula Kantornya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Suri menjelaskan, hampir seluruh lapangan usaha di Sulawesi Barat mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Triwulan II 2026. Kontribusi terbesar terhadap struktur perekonomian masih berasal dari sektor pertanian, kehutanan dan perkebunan yang memberi andil 3,62 persen, industri pengolahan memberikan andil paling besar 5,05 persen, serta perdagangan 5,02 persen yang menjadi tiga penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
"Dari distribusi dan pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha, hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada kuartal ke-2 2026 ini secara year on year. Didominasi oleh pertanian, kemudian industri pengolahan, dan perdagangan. Jadi ini adalah tiga besar kategori yang mendrive perekonomian di Sulawesi Barat," jelasnya.
Di antara ketiga sektor dominan tersebut, industri pengolahan menjadi sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi. BPS mencatat sektor ini tumbuh sebesar 5,05 persen, menunjukkan meningkatnya aktivitas produksi dan pengolahan yang turut memperkuat kinerja ekonomi Sulawesi Barat.
Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 22,23 persen. Hal ini didorong utamanya oleh penambahan jumlah pelanggan untuk kelas rumah tangga dan bisnis/usaha.
Selain itu juga disebabkan lowbase impact sebagai respons adanya subsidi harga listrik hingga 50 persen pada triwulan I-2025, sehingga pertumbuhan di triwulan II-2025 mengalami kontraksi dalam.
Pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen tersebut mengindikasikan daya tahan ekonomi Sulawesi Barat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Kinerja positif sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian, didukung meningkatnya aktivitas industri pengolahan dan perdagangan, menjadi fondasi utama yang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah pada Triwulan II 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....