Sensus Ekonomi 2026: Perkuat Transformasi Ekonomi Nasional
- 26 Nov 2025 13:12 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat, Pertiwi Tanihaha, dalam kegiatan media gathering yang mengangkat tema penguatan literasi statistik dan pemberitaan menuju pelaksanaan SE2026.
Pertiwi menjelaskan bahwa SE2026 memiliki peran penting dalam menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi non-pertanian, termasuk sektor usaha mikro hingga besar.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen penting untuk memotret kondisi ekonomi secara menyeluruh, yang menjadi bahan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan serta arah pembangunan nasional,” ujar Pertiwi dalam pemaparannya, Rabu, 26 November 2025.
Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan sensus berlandaskan pada UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang mencakup tiga sensus besar: Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Dalam aturan tersebut, Pasal 27 menegaskan bahwa setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik oleh badan yang berwenang.
“Kewajiban memberikan data telah diatur dalam undang-undang. Bahkan Pasal 38 menyebutkan adanya pidana bagi responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan tersebut,” katanya. Hal ini, menurutnya, menjadi dasar penting bagi kelancaran pelaksanaan SE2026 di lapangan.
SE2026 menyasar pengguna data yang luas, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat umum. Tujuannya antara lain menyediakan informasi struktur ekonomi, karakteristik usaha, serta gambaran ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Data tersebut akan menjadi landasan perencanaan pembangunan nasional yang lebih akurat dan tepat sasaran.
BPS telah menyusun tahapan pelaksanaan SE2026 yang meliputi rekrutmen petugas pada Februari–Maret, pelatihan petugas pada Mei, serta pendataan usaha pada Mei–Juni. Setelah itu, akan dilakukan olah cepat variabel utama dan publikasi hasil utama SE2026.
Pertiwi menambahkan, petugas sensus nantinya akan melakukan metode door to door untuk mengumpulkan data pokok usaha, karakteristik usaha, hingga data keuangan. “Partisipasi dan kejujuran responden sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan, yang pada akhirnya bermanfaat bagi pembangunan daerah dan nasional,” tegasnya.
Dengan terlaksananya SE2026, BPS berharap data yang dihasilkan dapat memperkuat fondasi transformasi ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....