Hingga Mei 2025, Pertumbuhan APBN Sulbar Tumbuh Positif
- 26 Jun 2025 16:04 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) regional Sulawesi Barat tercatat positif dan tetap solid. Hingga periode Mei 2025, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Djpb) Sulawesi Barat mencatat pendapatan dan belanja negara regional Sulbar menunjukkan tren positif.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Djpb) Sulawesi Barat Tjahjo Purnomo saat pihaknya menggelar press release perkembangan realisasi APBN regional Sulawesi Barat di aula kantornya, Kamis, 26 Juni 2025.
"Pendapatan APBN di Sulawesi Barat hingga 31 Mei 2025 mencapai Rp 485,42 miliar atau 40,45 persen dari target sebesar 1.199,92 miliar," terang Tjahjo dalam pemaparannya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, capaian tersebut didominasi oleh kinerja pajak perdagangan internasional yang tumbuh positif, khususnya bea keluar yang mencapai Rp 234,03 miliar.
Pertumbuhan pendapatan yang positif tersebut diperkuat oleh stabilnya harga referensi CPO (Crude Palm Oil atau minyak kelapa sawit mentah) dan turunannya yang masih stabil walaupun sedikit mengalami penurunan dari USD 961,54/MT (April 2025) menjadi USD 924,46/MT (Mei 2025).
"Namun demikian aktivitas ekspor pada periode Mei 2025 masih cukup tinggi, didominasi oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pantoloan dengan volume ekspor sebesar 30,5 juta kilogram," tambahnya.
Sejalan dengan kinerja pajak perdagangan internasional, kinerja Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Sulawesi Barat juga menunjukkan tren yang positif dengan realisasi sebesar Rp 103,39 miliar, tercatat meningkat sebesar 55,71 persen (year on year), didominasi oleh PNBP lainnya dari bidang pendidikan sebesar Rp 25,85 miliar.
Secara keseluruhan, kinerja positif di sisi pendapatan di Sulawesi Barat hingga akhir Mei 2025 mencerminkan APBN yang tetap responsif dalam menjaga momentum pemulihan dan mendukung pembangunan daerah.
Penguatan penerimaan negara melalui ekspor dan peningkatan PNBP, serta penyerapan belanja.
"Sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah serta optimalisasi potensi ekonomi lokal diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Sulbar secara inklusif dan berkelanjutan," tandas Tjahjo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....