Ide Sensory Play untuk Anak Usia 2 Tahun

  • 17 Sep 2026 12:12 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Ada banyak aktivitas sensory play yang dapat dilakukan di rumah. Berikut beberapa ide sederhana yang dapat disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak.

1. Bermain Air

Bermain air menjadi salah satu aktivitas yang mudah disiapkan. Orang tua cukup menyediakan wadah berisi air dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, kemudian menambahkan gelas plastik, spons, sendok besar, atau benda lain yang aman.

Anak dapat belajar menuang, mengambil, memeras, dan memindahkan air. Orang tua juga dapat mengenalkan konsep sederhana seperti penuh, kosong, basah, kering, berat dan ringan.

2. Eksplorasi Tekstur

Orang tua dapat memperkenalkan berbagai tekstur melalui benda-benda yang aman. Misalnya kain lembut, spons, bola bertekstur, atau bahan lain yang berukuran cukup besar dan tidak mudah tertelan.

Ajak anak menyentuh benda tersebut dan mengenali perbedaannya. Aktivitas ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan kata seperti lembut, kasar, halus, keras, dan licin.

3. Bermain Adonan

Adonan yang aman dan sesuai untuk anak dapat digunakan sebagai media bermain. Anak dapat meremas, menekan, menggulung, atau membentuk adonan sesuai keinginannya.

Selain memberikan pengalaman melalui indra peraba, aktivitas ini juga melibatkan gerakan tangan dan jari. Orang tua dapat membiarkan anak bereksplorasi tanpa terlalu banyak memberikan aturan mengenai bentuk yang harus dibuat.

4. Mengenal Warna

Permainan mengelompokkan benda berdasarkan warna juga dapat menjadi aktivitas sensori yang sederhana. Orang tua dapat menyiapkan beberapa benda berukuran aman dengan warna berbeda.

Anak kemudian diajak mengelompokkan benda berdasarkan warna. Tidak masalah jika anak belum mampu mengelompokkan semuanya dengan benar.

Pada usia ini, proses mencoba dan mengenal merupakan bagian penting dari kegiatan bermain.

5. Bermain dengan Benda Berbunyi

Indra pendengaran juga dapat dilibatkan melalui permainan sederhana. Orang tua dapat menggunakan benda yang menghasilkan suara berbeda dan mengajak anak mendengarkan.

Misalnya, botol atau wadah yang aman dapat diisi dengan bahan yang tidak berisiko tertelan dan ditutup rapat.

Ketika digoyangkan, benda tersebut dapat menghasilkan suara. Namun, orang tua harus memastikan wadah tertutup dengan sangat kuat dan tidak mudah dibuka oleh anak.

Yang terpenting adalah memberikan ruang yang aman bagi anak untuk mencoba dan memberikan pendampingan yang positif.

Dengan memanfaatkan bahan sederhana di rumah, sensory play dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus menjadi bagian dari rutinitas bermain anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....