Peluang Kebangkitan Kakao Sulbar: Dampingi Petani dan Tarik Minat Generasi Muda
- 11 Agt 2026 14:06 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kakao Sulawesi Barat punya peluang kembali berjaya, meski alih fungsi lahan masih terjadi di sejumlah wilayah. Penguatan pendampingan petani dan keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci mengembalikan kejayaan komoditas tersebut.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar Unasman Harly A Karim mengatakan, alih fungsi lahan kakao masih terjadi di beberapa tempat. Namun kondisi itu menurutnya tidak berarti petani kehilangan minat terhadap kakao.
"Alih fungsi itu sebenarnya ada, tetapi perlu pendampingan kepada petani, perlu dimotivasi kembali untuk kembali ke kakao," ujar Harly saat menjadi narasumber Kiprah Desa RRI Mamuju, Senin 10 Agustus 2026.
Menurut Harly, kakao memiliki karakter yang sesuai dengan pola usaha petani Sulawesi Barat. Tanaman tersebut memungkinkan petani memperoleh hasil secara berkala tanpa harus menunggu satu musim panen untuk mendapatkan pendapatan.
"Kakao ini yang sebenarnya lebih sesuai dengan tipikal petani kita di Sulawesi Barat," katanya.
Harly menilai karakter tersebut menjadi alasan kakao masih memiliki prospek kuat untuk dikembangkan. Petani dapat memetik hasil kebun secara berkala, kemudian menjual biji kakao untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Harly optimistis kakao masih mampu kembali menjadi komoditas primadona Sulawesi Barat jika mendapat dukungan tepat. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan program pengembangan kakao tidak berhenti pada penyediaan bibit.
"Perusahaan jangan hanya menjadi pembeli bibit kakao, tetapi diharapkan bisa mendampingi petani meningkatkan produktivitas dan kualitas produk," jelasnya.
Pendampingan juga penting untuk membantu petani menghadapi persoalan teknis di lapangan, terutama pengendalian hama dan penyakit. Dengan pendampingan berkelanjutan, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil kakao.
Selain persoalan teknis, regenerasi petani menjadi pekerjaan rumah yang harus segera mendapat perhatian. Anak-anak petani kakao perlu didorong melihat perkebunan bukan sekadar pekerjaan orang tua, tetapi sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan teknologi dan inovasi.
"Jangan sampai terputus di orang tuanya yang dulu menanam kakao, kemudian anaknya tidak meneruskan," tutup Harly
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....