Mengenal Rest Club, Tren Beristirahat Berjemaah ala Gen Z untuk Lawan Burnout

  • 31 Agt 2026 19:17 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Fenomena kelelahan massal di kalangan generasi muda melahirkan solusi tak biasa: klub sosial khusus untuk beristirahat bersama. Tren bernama Rest Club ini digagas oleh praktisi Reiki asal New York, Maaliyah Symoné, dan kini mulai menarik perhatian sebagai cara baru Gen Z mengatasi burnout dan kelelahan mental.

Symoné mendirikan Club Rest Stop, sebuah komunitas gratis yang mengundang warga kota, terutama kalangan Gen Z, untuk berkumpul sekali dalam sebulan dengan satu tujuan utama: bersantai dan beristirahat bersama. Ia menyoroti bahwa banyak orang dewasa sebenarnya tidak pernah diajarkan cara beristirahat yang tepat.

Setiap pertemuan Club Rest Stop dirancang unik dan berfokus pada salah satu dari tujuh jenis istirahat, yakni istirahat fisik, mental, sensorik, kreatif, emosional, sosial, dan spiritual. Kegiatan biasanya digelar di taman terbuka, diawali presentasi singkat mengenai jenis istirahat yang dipraktikkan pada hari itu, dipandu oleh Symoné sendiri maupun pakar tamu.

Setelah sesi edukasi singkat tersebut, seluruh peserta dibebaskan memasuki waktu istirahat mandiri dalam suasana tenang. Secara psikologis, suasana komunitas ini dinilai membantu menormalisasi proses melambat atau slow living, mirip dengan tradisi tidur siang yang lazim dilakukan semasa kecil. HJ Cho, seorang pekerja sosial klinis berlisensi, mengungkapkan bahwa budaya dewasa saat ini kerap memandang istirahat sebagai "hadiah" yang baru boleh didapat setelah tubuh benar-benar kelelahan.

Berada di dekat orang-orang yang tenang juga membuat sistem saraf merespons rasa aman secara alami, sehingga ketenangan tersebut menular secara fisiologis dan membuat otak serta tubuh benar-benar rileks. Meski bermula di New York, Symoné berharap konsep ini bisa direplikasi di berbagai kota lain.

Riset menunjukkan bahwa teknik relaksasi terbukti dapat membantu mengurangi burnout, kecemasan, dan depresi, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan kualitas tidur -- menjadikan konsep Rest Club sebagai jawaban yang berbasis bukti terhadap krisis kelelahan mental yang kian marak di kalangan generasi muda perkotaan.

Kehadiran Rest Club menegaskan bahwa istirahat bukanlah kemewahan yang harus ditunda, melainkan kebutuhan dasar yang layak dijadwalkan dan dirayakan bersama, sejalan dengan pergeseran cara pandang generasi muda terhadap makna produktivitas dan kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....