Hoaks Tak Pernah Habis, Masyarakat Diminta Saring Informasi

  • 24 Agt 2026 13:09 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju — Penyebaran hoaks dinilai masih sulit dihentikan meski edukasi dan kampanye literasi digital terus dilakukan. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Sulawesi Barat menilai, kepentingan tertentu menjadi salah satu faktor utama yang membuat hoaks terus bermunculan.

Ketua MAFINDO Sulawesi Barat, Dedi Aswan, mengatakan hoaks akan terus beredar selama masih terdapat pihak yang memperoleh keuntungan atau memiliki tujuan tertentu dari penyebaran informasi palsu.

“Kalau dikatakan kenapa hoaks itu nggak pernah habis, karena kepentingan orang yang menyebar hoaks itu nggak akan pernah habis,” ujar Dedi Aswan saat menjadi narasumber di RRI Mamuju, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Dedi, salah satu kepentingan tersebut adalah penipuan. Penyebaran hoaks juga terus terjadi karena masih ada masyarakat yang mudah percaya dan akhirnya menjadi korban.

Selain itu, kebiasaan menyebarkan informasi karena takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO) turut mempercepat peredaran hoaks di tengah masyarakat.

Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru membagikan informasi yang diterima. Masyarakat perlu membaca secara utuh, memeriksa sumber, dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Ia menilai, langkah sederhana tersebut dapat memutus rantai penyebaran hoaks yang dimulai dari diri sendiri.

Sementara itu, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mamuju Tengah, Nunung, mengatakan masih terdapat pihak yang sengaja memanfaatkan rendahnya pemahaman masyarakat untuk menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu.

Karena itu, masyarakat diminta memperkuat kemampuan memilah informasi dengan memperbanyak membaca dan mencari sumber pembanding sebelum mengambil tindakan.

“Kita sebenarnya harus lebih banyak membaca, lebih banyak mencari informasi dulu sebelum melakukan tindakan,” kata Nunung.

Nunung menegaskan, penanganan hoaks bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak langsung meneruskan informasi yang belum terverifikasi.

“Melawan hoaks bukan hanya tugas dari pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....