Kenapa Gen Z Lebih Takut Salah Menikah daripada Telat Menikah?

  • 12 Agt 2026 07:33 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Bagi sebagian Gen Z, menikah bukan lagi sekadar persoalan usia atau mengikuti tekanan keluarga.

Mereka justru lebih memilih berhati-hati karena menganggap salah memilih pasangan bisa berdampak panjang terhadap kehidupan.

Keterbukaan informasi membuat Gen Z bisa melihat berbagai cerita rumah tangga di media sosial, mulai dari hubungan harmonis hingga konflik dan perceraian.

Berbagai pengalaman tersebut membuat mereka semakin sadar bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan, bukan sekadar rasa cinta.

Kalimat “lebih baik terlambat menikah daripada salah menikah” pun semakin sering terdengar di kalangan anak muda.

Bagi mereka, tidak ada gunanya mengejar usia pernikahan jika secara mental, emosional, dan finansial belum siap.

Gen Z juga semakin mempertimbangkan kualitas calon pasangan sebelum mengambil keputusan.

Mereka ingin pasangan yang mampu berkomunikasi, menghargai batasan, bertanggung jawab dan memiliki visi kehidupan yang sejalan.

Namun, media sosial juga dapat membuat standar pasangan menjadi semakin tinggi.

Gambaran hubungan yang terlihat sempurna di dunia maya terkadang membuat seseorang lupa bahwa setiap rumah tangga memiliki tantangan dan persoalannya sendiri.

Pengalaman keluarga dan lingkungan turut memengaruhi cara Gen Z memandang pernikahan.

Mereka yang pernah melihat konflik rumah tangga atau perceraian mungkin menjadi lebih berhati-hati agar tidak mengulangi pengalaman serupa.

Meski begitu, berhati-hati bukan berarti harus mencari pasangan yang sempurna.

Yang lebih penting adalah menemukan seseorang yang memiliki nilai hidup yang sejalan dan bersedia saling menghargai serta tumbuh bersama.

Kesiapan menikah juga tidak cukup diukur dari umur atau status pekerjaan.

Ada kesiapan emosional untuk menghadapi konflik, kesiapan finansial untuk mengelola rumah tangga, serta kesiapan mental untuk menerima perbedaan dengan pasangan.

Karena itu, keputusan menikah sebaiknya tidak didorong oleh rasa takut tertinggal dari teman sebaya atau tekanan lingkungan.

Menikah karena alasan yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar mengejar usia ideal yang ditentukan orang lain.

Pada akhirnya, Gen Z bukan berarti takut menikah, melainkan ingin memastikan bahwa keputusan tersebut benar-benar tepat.

Sebab, yang penting bukan siapa yang paling cepat sampai di pelaminan, tetapi siapa yang siap menjalani kehidupan bersama setelah pesta pernikahan selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....