Menikah? Seberapa Pusing Sih Ngurusin Nikahan?

  • 08 Mei 2026 18:52 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Menikah kerap dibayangkan sebagai salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup. Foto pranikah yang estetik, dekorasi yang indah, busana pengantin impian hingga pesta meriah sering kali membuat banyak orang membayangkan pernikahan bak adegan dalam film romantis.

Namun, di balik semua keindahan itu, ada proses panjang yang tak jarang menguras energi. Saat mulai mempersiapkan pernikahan, banyak pasangan baru menyadari bahwa mengurus pesta pernikahan bukan perkara sederhana.

Bukan hanya soal anggaran, tetapi juga menyangkut waktu, tenaga dan pikiran.

Pada awalnya, sebagian pasangan mungkin merasa santai setelah menentukan tanggal pernikahan. Namun, seiring hari yang semakin dekat, daftar persiapan justru semakin panjang.

Mulai dari mencari lokasi acara, menentukan konsep, memilih katering, menyusun daftar tamu, menyiapkan busana, hingga menyesuaikan jadwal keluarga besar yang tidak selalu mudah disatukan.

Belum lagi berbagai detail kecil yang ternyata cukup menyita perhatian. Misalnya menentukan warna seragam keluarga, memilih lagu prosesi, mencetak undangan, hingga memastikan susunan tempat duduk tamu saat acara berlangsung.

Di titik tertentu, banyak pasangan mulai menyadari bahwa persiapan pernikahan bukan sekadar menyambut hari bahagia, tetapi juga menjadi ujian kesabaran.

Salah satu tantangan terbesar biasanya berkaitan dengan anggaran. Tidak sedikit pasangan yang harus memutar otak agar biaya pernikahan tetap terkendali.

Keinginan menghadirkan acara yang berkesan kerap berbenturan dengan kondisi keuangan yang realistis.

Selain itu, tekanan sosial juga sering kali menjadi tantangan tersendiri. Mulai dari komentar keluarga, standar pesta yang kerap ditampilkan di media sosial, hingga kekhawatiran dibandingkan dengan pernikahan orang lain.

Padahal, setiap pasangan memiliki cerita, kebutuhan, dan kemampuan yang berbeda.

Di tengah padatnya persiapan, tidak sedikit pasangan yang akhirnya berselisih paham karena hal-hal kecil.

Perbedaan pendapat soal konsep acara atau pembagian tugas dapat menjadi pemicu ketegangan, terutama ketika keduanya sama-sama lelah.

Meski demikian, banyak pasangan mengaku justru semakin mengenal satu sama lain setelah melalui proses ini.

Dari persiapan pernikahan, seseorang dapat melihat bagaimana pasangannya mengambil keputusan, menghadapi tekanan, dan menyelesaikan persoalan bersama.

Pada akhirnya, esensi pernikahan bukan terletak pada seberapa mewah pesta yang digelar, melainkan pada bagaimana dua orang mampu saling mendukung dan bekerja sama dalam menjalani kehidupan setelah hari istimewa itu berlalu.

Lalu, seberapa rumit mengurus pernikahan?

Jawabannya, memang cukup melelahkan. Namun bagi banyak orang, semua proses itu terasa sepadan saat melihat senyum pasangan dan keluarga di hari bahagia mereka.

Sebab, begitulah kiranya proses menuju sebuah awal yang baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....