Minim Referensi Sejarah, Seniman Mamuju Kesulitan Mengangkat Identitas Daerah
- 17 Jul 2026 07:29 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Pelaku seni di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengaku mengalami kesulitan menggali identitas budaya lokal akibat minimnya referensi sejarah daerah yang dapat dijadikan rujukan.
Keterbatasan informasi mengenai situs purbakala, tokoh sejarah, hingga warisan budaya dinilai menjadi hambatan dalam menghasilkan karya yang berbasis data.
Inisiator Komunitas Ikatan Perupa Sulbar, Mus'ad, mengatakan persoalan tersebut masih diperparah dengan banyaknya perbedaan pandangan mengenai sejarah dan budaya lokal yang belum memiliki kesepahaman di kalangan masyarakat adat maupun akademisi.
"Adapun kalau misalnya ada referensi, masih terlalu sangat banyak perdebatan dan belum selesai. Itu menjadi kendala tersendiri bagi kami para pelaku seni kalau dalam berkarya," ujar Mus'ad dalam dialog interaktif di Studio RRI Mamuju, Selasa, 14 Juli 2026.
Mus'ad mengaku selama ini harus melakukan riset secara mandiri ke sejumlah wilayah, seperti Kalumpang, Sampaga, hingga Lebani, untuk memperoleh informasi yang dapat dijadikan dasar dalam proses kreatifnya.
Menurutnya, perbedaan pandangan terhadap sejumlah aspek sejarah dan budaya sering kali memengaruhi proses penciptaan karya.
Ia mencontohkan saat membuat miniatur rumah adat Kalumpang yang memunculkan perdebatan terkait penamaan maupun perbandingannya dengan budaya daerah lain.
Ia menilai ketersediaan referensi sejarah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan penting, tidak hanya bagi pelaku seni, tetapi juga bagi generasi muda yang ingin mengenal dan mengembangkan budaya lokal.
Mus'ad berharap pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan dapat menghadirkan pusat informasi sejarah daerah yang terdokumentasi secara baik, mudah diakses, serta berbasis digital sehingga dapat menjadi rujukan bersama dalam pelestarian dan pengembangan budaya Sulawesi Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....