BMKG Memprediksi Kemarau 2026 Terjadi Lebih Awal

  • 25 Mar 2026 12:20 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan datang lebih awal dibandingkan kondisi normal maupun tahun-tahun sebelumnya.

Forecaster Klimatologi BMKG Tampa Padang, Made Gangga Bhaskara, mengungkapkan bahwa secara umum mayoritas wilayah di Indonesia akan mengalami percepatan awal musim kemarau.

Ia menjelaskan, percepatan tersebut diperkirakan berkisar antara satu hingga tiga dasarian atau sekitar satu bulan lebih awal dari biasanya.

“Dengan kemajuannya sekitar satu sampai tiga dasarian atau kurang lebih sekitar satu bulan,” katanya, saay menjadi narasumber di dialog RRI Mamuju melalui via zoom, Rabu 25 Maret 2026.

Lebih lanjut, Made Gangga Bhaskara menyebutkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh potensi munculnya fenomena El Nino meskipun dalam kategori lemah pada pertengahan tahun 2026.

“Secara umum karena di pertengahan tahun nanti BMKG memprediksi akan terjadi fenomena El Nino lemah. Dari update terakhir bulan Maret ini, diprakirakan El Nino mulai masuk sekitar bulan Juni hingga Juli,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang datang lebih awal, seperti potensi kekeringan, kebakaran lahan, serta berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat menyiapkan langkah antisipasi sejak dini guna mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat perubahan pola musim tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....