Sampah Tekstil Jadi Ancaman Lingkungan Terbesar Kedua di Dunia
- 08 Sep 2026 09:21 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Sampah tekstil dari pakaian bekas thrifting menjadi ancaman lingkungan terbesar kedua di dunia setelah sampah plastik, kata Relawan Lingkungan World Cleanup Day Sulawesi Barat, A. Tenri Abeng, dalam dialog di RRI Mamuju, Jumat, 4 September 2026.
Tenri menyampaikan hal itu saat membahas dampak tren thrifting terhadap lingkungan di program dialog Lingkungan Hidup Pro 2 di RRI Mamuju. Ia menjelaskan sampah kain sangat sulit terurai meski sudah lama tertimbun di dalam tanah.
Menurutnya, fenomena thrifting yang makin digandrungi anak muda di Mamuju dan sekitarnya ternyata menyisakan masalah baru berupa penumpukan sampah kain di tempat pembuangan akhir (TPA). Barang impor bekas yang tidak terjual akan berakhir sebagai limbah tekstil baru.
"Nah salah satu sampah terbesar di dunia itu, setelah sampah plastik itu ya sampah kain," ujar Tenri.
Ia menegaskan pakaian bekas termasuk kategori sampah kain yang sangat sulit terurai walau sudah tertimbun oleh tanah.
Tenri memaparkan sekitar 70 persen barang thrifting yang masuk ke Mamuju berhasil terjual kepada konsumen. Sisanya, sekitar 30 persen, tidak laku dan pada akhirnya berakhir menjadi sampah baru di TPA setempat.
"Barang yang masuk ke Mamuju atau ke Indonesia itu tidak 100 persen akan habis atau berakhir di lemari kita," kata Tenri. Ia menambahkan barang sisa itu berasal dari luar negeri dan akhirnya menumpuk di TPA.
Ia menjelaskan barang thrifting yang beredar di Mamuju maupun daerah lain seperti Polewali bukan berasal dari dalam negeri, melainkan dari luar negeri. Barang-barang itu sebelumnya sudah dibuang oleh pemiliknya di negara asal sebelum dipungut dan dijual kembali.
Di sisi lain, Tenri mengakui thrifting tetap memberi dampak positif bagi lingkungan karena mengurangi permintaan produksi tekstil baru. Ia mencontohkan satu celana jeans membutuhkan sekitar 1.800 galon air dalam proses produksinya.
Tenri berharap masyarakat lebih bijak dalam berbelanja pakaian thrifting dengan memperhatikan kualitas dan kebutuhan. Ia mengingatkan agar konsumen tidak membeli secara berlebihan demi mengurangi risiko penumpukan sampah tekstil baru di Mamuju.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....