Densus 88 Gandeng Kemenag dan Kesbangpol Polman Cegah Paham IRET
- 11 Agt 2026 15:37 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Polewali Mandar — Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Polewali Mandar dalam kegiatan pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Non-Violent Extremism (NVE), Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Jalan Poros Majene–Mamuju, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, itu diikuti seluruh kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penghulu, dan penyuluh agama se-Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam kegiatan itu, AKBP Soffan Ansyari menekankan bahwa kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman keagamaan yang moderat kepada masyarakat serta membangun ketahanan terhadap narasi yang mengarah pada intoleransi dan ekstremisme.
“Pencegahan paham IRET dan NVE tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi seluruh unsur, khususnya Kementerian Agama, Kesbangpol, kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar AKBP Soffan Ansyari.
Ia mengatakan penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan harus terus disampaikan dalam kegiatan pelayanan maupun pembinaan keagamaan. Langkah itu penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif.
“Kepala KUA dan penyuluh agama merupakan garda terdepan dalam membangun pemahaman keagamaan yang damai, moderat, dan menghargai perbedaan. Karena itu, kewaspadaan terhadap narasi maupun propaganda yang mengarah pada ekstremisme perlu terus diperkuat,” katanya.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan sinergi para pemangku kepentingan keagamaan dalam mencegah serta menangkal penyebaran paham IRET dan NVE di Polewali Mandar. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, toleran, dan kondusif.
Upaya pencegahan IRET di Sulawesi Barat sebelumnya juga menekankan perlunya penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat untuk tidak memberi ruang bagi paham yang bertentangan dengan Pancasila.
Plt. Kasatgaswil Sulbar, AKBP Soffan Ansyari, hadir bersama personel pencegahan Satgaswil Sulbar, Bripda M. Yuda Hasmedi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Abd. Haris Nawawi, serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar, Asliah Rahim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....