Dua Hama Kakao di Sulbar Belum Tuntas, Perlu Pendampingan

  • 11 Agt 2026 20:19 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Serangan penggerek buah kakao (PBK) dan penyakit busuk buah masih menekan produktivitas kebun petani di Sulawesi Barat.

Dekan Fakultas Pertanian Unasman, Dr. Harli A. Karim, dalam dialog Kiprah Desa RRI Mamuju, menjelaskan terdapat dua ancaman belum tertangani.

“Serangan hama, terutama penggerek buah kakao dan penyakit busuk buah, yang dua itu benar-benar belum tuntas,” kata Harli, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, PBK menyebabkan biji kakao mengeras, sementara busuk buah membuat kulit buah menghitam, terutama saat curah hujan meningkat.

“Petani sudah mahir di situ sebenarnya, mungkin mereka belajar dari formulator, perusahaan-perusahaan, kemudian media. Kan banyak-banyak gurunya sebenarnya sekarang,” ujar Harli.

Meski demikian, pengendalian belum sepenuhnya berhasil, Harli menilai produktivitas rata-rata kakao Sulbar masih sekitar 900 kilogram per hektare setiap tahun.

Ia meminta pemerintah, penyuluh, kampus, dan pihak terkait memperkuat pendampingan agar pengendalian hama lebih efektif dan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....