MLKI Sulbar Akui Kata-Kata Negatif Masih Diterima Penghayat
- 08 Jul 2026 16:07 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia
Ia menjelaskan, ucapan yang merendahkan dan stereotip keliru terhadap penghayat kepercayaan muncul terutama karena ketidakpahaman warga terhadap aturan dan keberadaan komunitas penghayat.
“Walaupun mungkin ada kata-kata yang agak negatif yang biasa muncul di masyarakat, itu hanya karena ketidakpahaman,” ujar Cakdi Muliadi saat diwawancarai di kantor RRI Mamuju, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurutnya, kesalahpahaman tersebut berdampak pada psikologis generasi muda penghayat yang kerap merasa minder dan malu ketika ditanya agama atau kepercayaannya di lingkungan sosial.
“Generasi mudanya itu ada perasaan minder, perasaan malu ketika ditanya kau agamanya apa, karena pengetahuan terkait keberadaan penghayat kepercayaan masih belum tahu,” kata Cakdi menegaskan dampak stigma non-formal.
Cakdi berharap pemerintah bersama organisasi penghayat kepercayaan di Sulawesi Barat bisa memperkuat edukasi publik, sosialisasi, dan dialog lintas komunitas agar kata-kata negatif tidak lagi menjadi norma sosial yang mendiskriminasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....