MLKI Sulbar Soroti Minimnya Sosialisasi Pemerintah ke Penghayat
- 08 Jul 2026 19:35 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kurangnya informasi dan sosialisasi pemerintah dinilai masih menjadi hambatan utama bagi penghayat kepercayaan di Sulawesi Barat dalam mengakses berbagai layanan publik secara setara.
Ketua MLKI Sulawesi Barat, Cakdi Muliadi, menyebut pemerintah belum sepenuhnya membuka ruang informasi kepada masyarakat dan lembaga terkait keberadaan komunitas penghayat kepercayaan di daerah.
“Pemerintah harus datang ke komunitas-komunitas mereka, memberikan informasi seluas-luasnya supaya masyarakat penghayat bisa menikmati layanan negara,” ujar Cakdi Muliadi saat diwawancarai di kantor RRI Mamuju, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurutnya, minimnya sosialisasi membuat banyak pihak, termasuk aparat dan lembaga pendidikan, belum memahami aturan serta hak penghayat kepercayaan sehingga proses akses pendidikan dan administrasi kependudukan kerap terhambat.
“Sekarang itu yang kurang adalah informasi, sehingga pengetahuan tentang keberadaan penghayat kepercayaan dan aturan-aturannya belum sampai secara penuh,” kata Cakdi menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi.
Cakdi berharap pemerintah daerah di Sulawesi Barat segera memperkuat sosialisasi, koordinasi, dan pelibatan penghayat kepercayaan dalam program resmi, agar putusan Mahkamah Konstitusi dan kebijakan pelayanan publik benar-benar dirasakan di tingkat akar rumput.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....