Budaya Patriarki di Sulbar bisa Sebabkan Kekerasan Gender

  • 02 Jun 2026 11:58 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Budaya patriarki di Sulawesi Barat berdampak besar pada ketimpangan relasi. Budaya ini menempatkan laki-laki pada posisi kuat, sementara perempuan dan kelompok rentan berada di posisi lebih rendah.

Staf Advokasi dan Lapangan LSM Kartini Manakarra, Hazra dalam Dialog Pengarusutamaan Gender bersama RRI Mamuju, Senin 1 Juni 2026 mengatakan sistem patriarki di Sulbar dapat menyebabkan kekerasan berbasis gender.

“Ini sangat berbahaya karena bukan hanya kebiasaan, tetapi sistem yang melanggengkan kekerasan berbasis gender,” ujar Hazra.

Menurutnya relasi yang tidak setara memicu kontrol dan dominasi. Akibatnya, muncul kekerasan fisik, psikis, ekonomi, hingga kekerasan seksual.

Padahal, Sulawesi Barat tumbuh dalam budaya yang menjunjung nilai kekeluargaan dan kehormatan. Namun pola patriarki tidak terlihat tapi sangat berdampak.

Hazra menegaskan kekerasan berbasis gender banyak dialami perempuan dan kelompok rentan.

"Nah inilah kekerasan berbasis gender yang seringkali banyak dialami oleh perempuan," tambahnya.

Ia berharap perubahan cara pandang sangat diperlukan untuk memutus rantai sistem patriarki yang ada di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....