Sekjen KAMMI Mandar Raya: Gender Merupakan Konstruksi Sosial

  • 02 Jun 2026 11:58 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Sekretaris Jenderal Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Mandar Raya, Rabia Al Adawiyah, menyatakan pemahaman gender bukan hanya sebatas laki-laki dan perempuan. Menurutnya, gender lahir dari konstruksi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya pada Dialog Pengarusutamaan Gender bersama RRI Mamuju, Senin 1 Juni 2026.

Menurutnya masyarakat saat ini memberikan label bahwa perempuan harus feminin dan identik dengan warna pink. Sementara laki-laki dianggap harus berkuasa dan sangat kuat.

“Stereotipe seperti itu sebenarnya tidak berlaku,” ujar Rabia.

Ia menegaskan perempuan tetap bisa survive dan superior dengan kemampuan dirinya. Demikian pula laki-laki tidak harus selalu dominan.

Terkait ruang aman, Rabia menjelaskan bukan sekadar tempat fisik. Menurutnya Ruang aman adalah rasa di mana seseorang merasa diterima.

"sebenarnya ruang aman itu kita tidak sekedar berbicara persoalan tempat saja," tambahnya.

Tempat yang aman dimaksud adalah ketika seseorang bisa didengar dengan baik. Serta mendapat perlindungan secara layak.

“Sekolah atau tempat ibadah belum tentu ruang aman jika tidak merasa dihargai. Ruang aman sesungguhnya adalah ketika betul-betul dihargai,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....