Festival Dipangkara Bangun Kesadaran Sejarah Mamuju

  • 20 Apr 2026 22:07 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Festival Dipangkara – Jejak Maritim Sulawesi digelar sebagai upaya kolektif komunitas di Mamuju untuk membangkitkan kembali kesadaran sejarah dan jejak Austronesia.

Founder Festival Dipangkara, Ikhwan Wahid, menjelaskan kegiatan ini lahir dari diskusi panjang para kolaborator yang menilai sejarah Mamuju jarang dibicarakan secara serius di ruang publik.

Menurutnya, melalui festival ini masyarakat diajak melihat Mamuju bukan sekadar wilayah administratif, tetapi entitas sejarah yang penting dalam peradaban Nusantara.

“Kita berharap akan tumbuh kesadaran secara kolektif seluruh masyarakat Mamuju bahwa kita ini sebenarnya sebuah entitas sejarah yang besar di masa lalu,” ujar Ikhwan.

Ia menyebut, banyak fakta sejarah yang menunjukkan Mamuju tergolong wilayah tua dengan jalur masuk Austronesia tertua ke Nusantara, namun belum tergali maksimal. Karena kurang mengenal masa lalu, lanjutnya, masyarakat sering merasa rendah diri ketika berbicara sejarah dan peradaban di hadapan orang lain.

“Karena kita tidak mengenal masa lalu kita, kita selalu merasa rendah diri di hadapan orang lain ketika bicara sejarah, ketika bicara peradaban,” kata Ikhwan.

Melalui rangkaian diskusi, seminar, dan pertunjukan seni, Festival Dipangkara diharapkan menjadi pintu masuk baru untuk menghubungkan generasi muda dengan warisan sejarah lokalnya. Ikhwan dan para kolaborator ingin festival ini menjadi agenda berkelanjutan yang mendorong riset, dokumentasi, dan kebanggaan kolektif atas jejak Austronesia di Mamuju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....