Jiwa Wastra Sulbar Jadi Panggung Kolaborasi Penenun Daerah
- 20 Apr 2026 14:00 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Festival Jiwa Wastra Sulbar resmi ditutup di Landscape Mamuju, Minggu, 19 April 2026, menandai langkah awal ruang kolaborasi penenun daerah.
Founder Festival Jiwa Wastra Sulbar, Abdi Latief, menjelaskan festival ini dirancang untuk mempertemukan para penenun dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat dalam satu panggung bersama.
| Baca juga: Kemenkum Sulbar Dampingi Legalitas Mitra MBG |
“Oh ya jadi sebenarnya Jiwa Wastra ini adalah kita membuka ruang kolaborasi antara para penenun di berbagai tempat di Sulawesi Barat,” ujar Abdi Latief usai penutupan festival.
Dalam penyelenggaraan perdana ini, hadir kelompok penenun dari Mamuju, Mamasa, Polewali Mandar, hingga komunitas pengrajin kulit kayu dari Pasangkayu yang menampilkan karya wastra unggulan masing-masing.
“Iya benar ini adalah langkah pertama dan kami yakin, kami percaya, ini bukan yang terakhir, ini adalah langkah awal bagaimana wastra Sulawesi Barat bisa terus maju dan berkembang,” kata Abdi menegaskan komitmennya.
Rangkaian Festival Jiwa Wastra tahun ini mencakup diskusi budaya, workshop terkait wastra, pameran dan galeri wastra, serta fashion show di area arteri yang menjadikan ibu-ibu penenun sebagai model bagi karya mereka sendiri.
Abdi menyebut ke depan pihaknya mendorong agar Festival Jiwa Wastra digelar rutin setiap tahun dengan konsep berbeda, sehingga dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan promosi kekayaan wastra Sulawesi Barat.
Ia menambahkan, keragaman teknik tenun seperti ikat Kalumpang, songket Mamasa dan Sa’be Mandar, hingga pengembangan kain kulit kayu Pasangkayu menjadi potensi besar yang perlu terus digali agar wastra Sulbar semakin dikenal luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....