Dinkes Malinau Siapkan Tiga Strategi Percepat Penanganan TBC
- 31 Agt 2026 15:59 WIB
- Malinau
Poin Utama
- DKPPKB Kabupaten Malinau meluncurkan tiga strategi terintegrasi untuk mempercepat penanganan dan pencegahan tuberkulosis di tahun 2026.
- Strategi mencakup metode tracking dan tracing terhadap masyarakat yang berisiko terpapar TBC untuk deteksi dini, Desa Siaga TBC, hingga layanan mobile.
- Penguatan peran masyarakat melalui program Desa Siaga TBC dan TBC Clinic Mobile menjadi komponen kunci dalam pendekatan pencegahan holistik.
RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau menyiapkan tiga strategi untuk mempercepat penanganan dan pencegahan tuberkulosis (TBC) tahun ini.
Kepala DKPPKB Kabupaten Malinau, Yuli Triana, mengatakan strategi tersebut dilakukan dengan metode tracking dan tracing terhadap masyarakat yang berisiko terpapar TBC, penguatan peran masyarakat melalui Desa Siaga TBC, hingga penanganan menggunakan layanan mobile.
Yuli menjelaskan, tracking atau pelacakan kasus dilakukan terhadap RT yang telah ditetapkan sebagai lokus prioritas penanganan TBC tahun ini. Meliputi 30 lokus di lima kecamatan terdekat, yakni Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang untuk tahap awal.
Dinas Kesehatan akan memantau wilayah dan masyarakat yang dinilai memiliki kemungkinan terpapar TBC melalui pemeriksaan yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang kemudian dilanjutkan dengan pengobatan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
"Tracking itu kita melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah atau masyarakat kita yang kita lihat kemungkinan itu sakit TB. Nah, setelah itu dilakukan pemeriksaan. Setelah kita tracking, lakukan pemeriksaan terintegrasi dengan CKG," ujar Yuli di Malinau, Senin (31/8/2026).
Strategi kedua dilakukan melalui program Desa Siaga TBC. Program ini akan memperkuat keterlibatan lintas sektor dalam pemantauan dan pencegahan penularan TBC di tingkat masyarakat.
Pemerintah kecamatan, desa, RT, PKK desa, kader posyandu, hingga kader TBC akan dilibatkan untuk melakukan pemantauan, pengawasan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Desa Siaga TBC ini nanti bagaimana? Lintas sektoral di sini. Lintas pihak kecamatan, desa, RT, PKK Desa, kemudian kader, baik kader posyandu, ada juga kader TB namanya, nanti akan bersama-sama bagaimana melakukan pemantauan, pengawasan, kemudian edukasi kepada masyarakat terkait dengan penanganan maupun pencegahannya," jelasnya.
Sementara strategi ketiga adalah TBC Clinic Mobile, yang disiapkan untuk membantu Puskesmas dalam melakukan pelacakan dan penanganan di lokasi yang dicurigai terdapat kasus TBC.
“Penderita TB yang tidak tertangani oleh rekan-rekan kami di Puskesmas, jadi, melalui TBC Mobile Clinic. Itu akan kami laksanakan di tahun depan. Tim ini nanti yang akan melaksanakan, terdiri dari Dinas Kesehatan sendiri, kemudian RSUD, dan Puskesmas yang akan melakukan tracking di lokasi-lokasi yang dicurigai tadi," katanya.
Yuli menyebut, satu unit rontgen digital akan dihibahkan oleh pemerintah provinsi dan diperkirakan tiba pada Desember 2026. Dengan keterbatasan sarana dan kondisi geografis, layanan tersebut pada tahap awal akan difokuskan di wilayah yang mudah dijangkau, sebelum diperluas ke wilayah pedalaman dan perbatasan.
Berdasarkan data DKPPKB Kabupaten Malinau, tercatat 164 kasus TBC pada 2026, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Kecamatan Malinau Kota dan Malinau Utara.
Yuli menambahkan, pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan seluruh pihak karena penyakit tersebut mudah menular, terutama kepada orang-orang yang memiliki kontak erat dengan penderita.
"Jangan kita melihat angka 164 saja, tapi potensi dia untuk menjangkitkan keluarga yang sehat itu yang harus kita waspadai," katanya.
Melalui tiga strategi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau menargetkan penemuan dan penanganan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat sekaligus memperkuat pencegahan penularan di tingkat masyarakat untuk percepatan eliminasi TBC nasional 2030. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....