Genjot Kunjungan Sehat, Dinkes Malinau Kejar Capaian KBK Puskesmas
- 11 Jun 2026 23:19 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Dinkes Malinau mengejar peningkatan capaian KBK lima puskesmas melalui evaluasi rutin dan percepatan pemenuhan tiga indikator utama, yakni kunjungan peserta JKN, rujukan non spesialistik, dan pengendalian peserta Prolanis.
- Dinkes mendorong tenaga kesehatan lebih aktif melakukan kunjungan lapangan sekaligus memastikan seluruh pelayanan terdokumentasi dengan baik.
RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Malinau tmendorong peningkatan capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di puskesmas, menyusul masih adanya lima fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang menerima konsekuensi pembayaran kapitasi dari BPJS Kesehatan.
Kelimanya meliputi Puskesmas Malinau Kota, Long Loreh, Malinau Seberang, Pulau Sapi, dan Tanjung Lapang. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Malinau, Yuli Triana, mengatakan evaluasi terhadap capaian KBK telah dilakukan dan menunjukkan adanya progres perbaikan meski belum maksimal.
"Nah itu nanti untuk puskesmas kami segera lakukan koordinasi, rapat evaluasi terkait dengan capaian KBK. Memang ada progres peningkatan dari evaluasi sebelumnya, walaupun masih belum maksimal," ujarnya usai Pertemuan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan Pemangku Kepentingan Kabupaten Malinau, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, terdapat tiga indikator yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut, yakni angka kontak atau kunjungan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS), serta Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT).
"Jadi tiga indikator ini yang harus dikejar oleh rekan-rekan kami di puskesmas supaya semuanya meningkat sesuai standar yang sudah ditetapkan oleh BPJS," katanya.
Yuli mengungkapkan, beberapa puskesmas menunjukkan peningkatan capaian dibanding evaluasi sebelumnya. Dinkes bahkan menargetkan Puskesmas Tanjung Lapang dapat kembali mencapai pembayaran kapitasi penuh sebesar 100 persen.
"Harapan kami bulan ini terkejar sampai 100 persen untuk Tanjung Lapang, yang sebelumnya sudah 100 persen, juga kami dorong supaya bisa kembali," ujarnya.
Menurutnya, salah satu persoalan yang ditemukan bukan semata rendahnya aktivitas pelayanan, melainkan belum optimalnya pencatatan dan penginputan data kunjungan sehat oleh petugas puskesmas.
"Ketika kami evaluasi, ternyata kunjungan itu tetap dilakukan, tetapi penginputannya tidak dilakukan. Akhirnya yang terbaca di data, kunjungan sehatnya rendah dan kunjungan sakit lebih tinggi," katanya.
Padahal, lanjut Yuli, kunjungan sehat merupakan bagian penting dalam upaya promotif dan preventif yang menjadi salah satu fokus penilaian KBK yang mencakup pemantauan sasaran di setiap siklus hidup, mulai dari bayi, balita, remaja, ibu hamil hingga lanjut usia.
Selain itu, pemantauan rutin terhadap peserta dengan diabetes melitus dan hipertensi juga terus dilakukan untuk mencegah komplikasi penyakit melalui edukasi dan pengawasan kepatuhan pengobatan.
"Nah itu kunjungan yang harus ditingkatkan. Bukan hanya ketika masyarakat sakit, tetapi bagaimana pencegahan itu dilakukan sejak awal," ucapnya.
Karena itu, kata Yuli, melalui rapat koordinasi bersama puskesmas dan pustu, Dinkes meminta seluruh tenaga kesehatan lebih aktif melakukan kunjungan lapangan sekaligus memastikan seluruh pelayanan yang diberikan tercatat dan terinput dengan baik.
"Masalah-masalah yang ada sudah menjadi catatan kami untuk segera ditindaklanjuti. Yang jelas, upaya promotif dan preventif akan terus kami genjot," kata Yuli. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....