Hipertensi Jadi Masalah Kesehatan Kronis Terbesar di Malinau

  • 17 Jun 2026 12:10 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Hipertensi menjadi penyakit kronis dengan jumlah kunjungan tertinggi di FKTP Malinau setelah flu biasa selama periode Januari hingga Mei 2026.
  • Ketua Komisi I DPRD Malinau menyoroti tingginya kasus hipertensi ini dan mendesak penguatan upaya edukasi serta pencegahan di masyarakat.
  • Total kunjungan sakit di FKTP Malinau tercatat sebanyak 23.145 kunjungan atau 50,16 persen dengan tren tertinggi terjadi pada Januari 2026.

RRI.CO.ID, Malinau - Hipertensi menjadi masalah kesehatan kronis terbesar di Kabupaten Malinau. Penyakit tersebut tercatat hampir menyamai jumlah kasus flu atau pilek yang mendominasi kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan periode Januari hingga Mei 2026 yang dipaparkan dalam Pertemuan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan Pemangku Kepentingan di Kabupaten Malinau, diagnosis terbanyak di FKTP Malinau masih ditempati acute nasopharyngitis atau common cold (flu biasa) dengan 1.885 kunjungan.

Hipertensi primer berada tepat di bawahnya dengan 1.798 kunjungan. “Selama periode tersebut, diagnosa kunjungan tertinggi FKTP termasuk ada ISPA, kalau kronisnya ada hipertensi, diabetes melitus tipe 2,” ungkap Kepala Bagian Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Deni Marta Pasarela di Malinau beberapa waktu lalu.

Temuan tersebut menjadi sorotan Ketua Komisi I DPRD Malinau, Dolvina Damus. Ia mempertanyakan tingginya angka kasus hipertensi di tengah karakteristik penyakit tersebut yang bukan termasuk penyakit menular dan dapat dicegah melalui perubahan perilaku hidup sehat.

“Tahun sebelumnya kita juga masih berkutat dengan persoalan yang sama. Padahal ini bukan penyakit menular dan sebenarnya bisa dicegah melalui promotif dan preventif," sorot Dolvina dalam forum tersebut.

Dolvina menilai tingginya kasus hipertensi perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat serta mendorong optimalisasi upaya promotif dan preventif di tingkat layanan kesehatan dasar.

Selain hipertensi, diagnosis terbanyak berikutnya yakni dispepsia atau gangguan lambung sebanyak 1.271 kunjungan. Pengawasan kehamilan normal menempati urutan selanjutnya dengan 861 kunjungan, menunjukkan cukup tingginya pemanfaatan layanan kesehatan ibu.

BPJS Kesehatan juga mencatat sebanyak 721 kunjungan terkait diabetes melitus tidak tergantung insulin. Sementara kunjungan untuk tindak lanjut atau kontrol pascaoperasi tercatat sebanyak 716 kasus.

Masalah kesehatan gigi turut masuk dalam daftar sepuluh besar diagnosis terbanyak. Pulpitis atau peradangan saraf gigi tercatat sebanyak 585 kunjungan, sedangkan retained dental root atau sisa akar gigi sebanyak 300 kunjungan.

Pada kelompok penyakit infeksi saluran pernapasan, acute upper respiratory infection (ISPA) juga masih menjadi penyebab masyarakat mendatangi FKTP dengan total 423 kunjungan dan 353 kunjungan pada kategori diagnosis lainnya.

Di sisi lain, data BPJS Kesehatan menunjukkan, dari total 46.138 kunjungan ke FKTP selama Januari hingga Mei 2026, sebanyak 23.145 kunjungan atau 50,16 persen merupakan kunjungan sakit, sedangkan 22.993 kunjungan atau 49,84 persen merupakan kunjungan sehat.

Kunjungan sehat tersebut mencakup berbagai layanan promotif dan preventif, seperti pemeriksaan rutin, skrining kesehatan, pemantauan kehamilan, imunisasi, hingga pelayanan kesehatan dasar lainnya.

Tren kunjungan sakit tercatat paling tinggi pada Januari sebanyak 5.260 kunjungan. Jumlah tersebut kemudian menurun menjadi 4.482 kunjungan pada Februari dan 4.151 kunjungan pada Maret, sebelum kembali meningkat menjadi 4.958 kunjungan pada April dan turun lagi menjadi 4.291 kunjungan pada Mei.

Sementara itu, kunjungan sehat relatif stabil sepanjang periode tersebut. Pada Januari tercatat sebanyak 4.410 kunjungan, meningkat menjadi 5.084 kunjungan pada Februari, kemudian berada di angka 4.334 kunjungan pada Maret, 4.495 kunjungan pada April, dan 4.670 kunjungan pada Mei.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....