Harga Emas Antam Menguat Rp10 Ribu, Tembus Rp2,58 Juta per Gram

  • 07 Okt 2026 09:28 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam naik Rp10.000 per gram menjadi Rp2.580.000 per gram pada perdagangan Rabu 7 Oktober 2026.
  • Harga buyback emas Antam meningkat Rp15.000 menjadi Rp2.391.000 per gram berdasarkan pembaruan pukul 08.49 WIB.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali menguat pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Kenaikan terjadi pada harga jual maupun harga buyback berdasarkan pembaruan harga pukul 08.49 WIB.

Harga emas Antam naik Rp10.000 per gram menjadi Rp2.580.000 per gram. Sementara harga buyback meningkat Rp15.000 menjadi Rp2.391.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam kini mencapai Rp189.000 per gram.

Kenaikan tersebut berbalik dari perdagangan sehari sebelumnya. Pada Selasa (6/10/2026), harga emas Antam tercatat melemah Rp10.000 per gram.

Bagi investor, pergerakan harga harian menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan sebelum menentukan waktu membeli maupun menjual emas.

Yuni, salah seorang investor emas di Malinau, mengatakan dirinya tidak terlalu menjadikan kenaikan atau penurunan harga dalam satu hari sebagai pertimbangan utama untuk melepas emas yang dimiliki.

“Kalau harga naik seperti sekarang tentu senang, tetapi saya lebih melihat emas sebagai investasi untuk jangka panjang. Jadi tidak setiap harga naik langsung saya jual,” kata Yuni.

Menurutnya, pengalaman berinvestasi emas membuat dirinya lebih terbiasa menghadapi perubahan harga. Ia memilih tetap menyimpan emas ketika harga mengalami koreksi dan mempertimbangkan kembali pembelian saat memiliki dana lebih.

“Pernah juga membeli ketika harga sedang tinggi, kemudian turun. Dari situ saya belajar bahwa investasi emas memang harus sabar dan tidak hanya melihat pergerakan harga setiap hari,” ujarnya.

Yuni mengatakan, tujuan utama dirinya berinvestasi emas adalah sebagai simpanan jangka panjang sekaligus cadangan keuangan. Emas dinilai lebih mudah disimpan dan dapat dicairkan ketika membutuhkan dana untuk keperluan tertentu.

“Tujuannya untuk tabungan dan persiapan kebutuhan di masa depan. Jadi saya tidak mengejar keuntungan cepat, tetapi lebih kepada punya aset yang bisa disimpan dalam jangka panjang,” katanya.

Ia berharap tren harga emas tetap memberikan peluang bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi, meski keputusan membeli tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.

“Menurut saya yang penting konsisten. Tidak harus langsung banyak, bisa membeli sedikit demi sedikit sesuai kemampuan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....