Menguat Empat Hari Beruntun, Harga Emas Antam Naik Rp46 Ribu per Gram
- 19 Sep 2026 12:23 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam naik akumulatif sebesar Rp46.000 per gram sejak Rabu (16/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026), mencerminkan penguatan konsisten selama empat hari perdagangan.
- Pada perdagangan Sabtu pagi pukul 08.34 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.638.000 per gram, naik Rp15.000 per gram dari Rp2.623.000 per gram pada sesi sebelumnya.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam terus menguat selama empat hari perdagangan beruntun. Hingga Sabtu (19/9/2026), harga emas Antam telah naik secara akumulatif sebesar Rp46.000 per gram sejak Rabu (16/9/2026).
Pada perdagangan Sabtu pagi, harga emas Antam kembali naik Rp15.000 per gram. Berdasarkan pembaruan pukul 08.34 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.638.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.623.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback yang bertambah Rp15.000 menjadi Rp2.473.000 per gram. Dengan demikian, terdapat selisih Rp165.000 per gram antara harga jual emas Antam dan harga buyback pada perdagangan Sabtu ini.
Rangkaian penguatan tersebut dimulai pada Rabu (16/9/2026), ketika harga emas Antam naik Rp1.000 per gram. Sehari berikutnya, harga kembali menguat Rp5.000 per gram.
Penguatan kemudian meningkat signifikan pada Jumat (18/9/2026), dengan kenaikan Rp25.000 per gram. Pada Sabtu ini, harga kembali bertambah Rp15.000 per gram.
Investor emas di Kabupaten Malinau, Sari, mengatakan tren kenaikan tersebut menjadi perhatian bagi investor, terutama dalam melihat perkembangan nilai investasi yang dimiliki.
“Kenaikan selama empat hari ini tentu cukup menarik. Apalagi kenaikannya tidak hanya terjadi satu hari, tetapi berlanjut setiap hari dengan besaran yang berbeda,” ujar Sari.
Menurut Sari, pergerakan harga harian tetap perlu diperhatikan, namun keputusan dalam berinvestasi emas sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kenaikan dalam waktu singkat.
“Saya tetap melihat emas sebagai investasi jangka panjang. Jadi ketika harga naik, saya tidak serta-merta menjual, tetapi melihat kembali tujuan investasi dan kebutuhan keuangan,” katanya.
Sari menilai, kenaikan harga secara beruntun juga menjadi momentum bagi investor untuk kembali mencermati pergerakan harga emas, termasuk selisih antara harga jual dan buyback.
“Yang penting bagi investor adalah memahami harga beli dan harga buyback. Jadi kita bisa menghitung posisi investasi sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual,” ujar Sari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....