Harga Emas Antam Kembali Tertekan usai Sehari Menguat

  • 06 Okt 2026 17:00 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun Rp10.000 per gram menjadi Rp2.570.000 pada Selasa 6 Oktober 2026.
  • Penurunan terjadi setelah harga emas sempat menguat Rp6.000 per gram sehari sebelumnya, mencapai Rp2.580.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau – Harga emas Antam kembali melemah pada Selasa (6/10/2026). Penurunan terjadi setelah sehari sebelumnya harga emas sempat menguat Rp6.000 per gram.

Berdasarkan pembaruan harga pada pukul 08.39 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.570.000 per gram, turun Rp10.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang mencapai Rp2.580.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam, turun Rp10.000 menjadi Rp2.376.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.386.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam hari ini mencapai Rp194.000 per gram.

Pergerakan harga yang kembali berubah dalam waktu singkat menjadi perhatian investor emas, termasuk di Malinau. Investor emas asal Malinau, Wahyudi, mengatakan fluktuasi harga merupakan hal yang biasa terjadi dalam investasi emas sehingga investor perlu menentukan tujuan dan jangka waktu investasinya.

“Kalau investasi emas, menurut saya jangan terlalu fokus dengan kenaikan atau penurunan harga setiap hari. Yang penting kita tahu tujuan membeli emas, apakah untuk jangka panjang atau kebutuhan tertentu,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, pengalaman berinvestasi emas membuat dirinya lebih memilih melihat pergerakan harga dalam jangka panjang dibandingkan mengambil keputusan hanya karena terjadi kenaikan atau penurunan dalam satu hari.

Wahyudi menyarankan calon investor tidak terburu-buru menjual emas ketika harga mengalami penurunan. Sebaliknya, kondisi harga yang turun dapat menjadi pertimbangan bagi investor yang memang memiliki rencana menambah kepemilikan emas.

“Kalau harga turun, jangan langsung panik. Selama tujuan investasinya jangka panjang, penurunan seperti ini bisa disikapi dengan tenang. Kalau ada dana lebih, justru bisa menjadi kesempatan untuk menambah secara bertahap,” katanya.

Ia juga mengingatkan investor pemula agar tidak menggunakan seluruh dana yang dimiliki untuk membeli emas. Menurutnya, investasi sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kebutuhan keuangan lainnya.

“Pengalaman saya, lebih baik membeli sedikit-sedikit secara rutin daripada langsung dalam jumlah besar. Jadi ketika harga bergerak naik atau turun, kita tidak terlalu khawatir,” ucap Wahyudi.

Wahyudi menilai emas tetap menarik sebagai salah satu pilihan investasi karena dapat disimpan untuk jangka panjang. Namun, menurutnya, investor tetap perlu memahami bahwa harga emas bisa berubah mengikuti kondisi pasar.

“Emas menurut saya lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Jadi jangan berharap setiap hari pasti naik. Yang penting konsisten dan jangan mudah terpengaruh ketika melihat harga turun dalam beberapa hari,” ujarnya.

Penurunan harga emas Antam pada Selasa ini menunjukkan bahwa pergerakan harga masih berlangsung dinamis. Investor pun disarankan mempertimbangkan tujuan investasi, kemampuan keuangan, serta jangka waktu penyimpanan sebelum mengambil keputusan membeli maupun menjual emas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....