Harga Emas Antam Kembali Terkoreksi, Kini Rp2.576.000 per Gram
- 02 Okt 2026 16:11 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Pembaruan resmi Antam menyebutkan bahwa harga jual emas batangan mengalami penurunan sebesar Rp5.000, sehingga harganya menjadi Rp2.576.000 per gram.
- Harga pembelian kembali (buyback) juga melemah sebesar Rp5.000, yang membuat nilainya berada di angka Rp2.386.000 per gram.
- Data perdagangan menunjukkan bahwa jarak atau selisih antara harga jual dan harga buyback emas saat ini tercatat sebesar Rp190.000 per gram.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (2/10/2026) pagi.
Harga emas Antam terkoreksi sebesar Rp5.000 per gram, sehingga harganya berada di angka Rp2.576.000 per gram pada pukul 08:55 WIB.
Penurunan ini juga berdampak pada harga pembelian kembali atau buyback oleh pihak Antam.
Harga buyback ikut terkoreksi Rp5.000 menjadi Rp2.386.000 per gram, sehingga selisih harga jual dan buyback kini menjadi Rp190.000 per gram.
Pola penurunan harga ini sebenarnya sudah terlihat sejak perdagangan hari sebelumnya.
Pada Kamis (1/10/2026), harga emas Antam telah melemah lebih dulu sebesar Rp14.000 hingga menyentuh angka Rp2.581.000 per gram.
Senada dengan harga jual, nilai buyback pada hari Kamis tersebut juga mengalami pelemahan.
Harga buyback melemah sebesar Rp14.000 per gram hingga tercatat berada di level Rp2.391.000 per gram.
Seorang investor emas asal Malinau, Nuraini, memberikan pandangannya terkait dinamika harga logam mulia saat ini.
"Penurunan harga dalam beberapa hari terakhir merupakan hal yang wajar dalam fluktuasi pasar harian," ujar Nuraini saat dimintai tanggapan.
Ia menambahkan, bahwa koreksi harga seperti ini justru menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat.
"Bagi investor jangka panjang, momen penurunan harga seperti ini adalah saat yang tepat untuk mulai menambah porsi tabungan emas," lanjutnya.
Nuraini juga mengingatkan agar masyarakat tetap fokus pada tujuan keuangan jangka panjang dalam berinvestasi.
"Investasi emas sebaiknya tidak dilihat untuk mencari keuntungan cepat, melainkan sebagai pelindung nilai kekayaan dari inflasi," tutup Nuraini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....