Kembali Terkoreksi, Harga Emas Antam Menyusut Rp10.000 per Gram

  • 15 Sep 2026 11:22 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (15 September 2026) dengan penurunan sebesar Rp10.000 per gram.
  • Harga emas Antam berada di posisi Rp2.592.000 per gram pada pukul 08.27 WIB, turun dari level Rp2.602.000 per gram di perdagangan sebelumnya.
  • Pelemahan harga emas ini melanjutkan tren koreksi yang telah dimulai sejak perdagangan Senin sebelumnya.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (15/9/2026) dengan penurunan sebesar Rp10.000 per gram, melanjutkan pelemahan tipis pada perdagangan Senin.

Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.27 WIB, harga emas Antam berada di posisi Rp2.592.000 per gram, turun dibanding perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.602.000 per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penurunan, kini berada di level Rp2.437.000 per gram, turun Rp15.000 dari posisi sebelumnya. Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam pada perdagangan Selasa mencapai Rp155.000 per gram.

Koreksi harga emas dalam dua hari perdagangan terakhir menjadi perhatian bagi investor yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen penyimpanan nilai. Meski demikian, perubahan harga harian tidak serta-merta mengubah tujuan investasi dalam jangka panjang.

Salah seorang investor emas di Malinau, Yeni, mengatakan pengalaman menabung emas membuatnya lebih mempertimbangkan tujuan investasi dibandingkan pergerakan harga dalam satu hari.

“Kalau harga turun seperti sekarang, tentu kita berharap bisa kembali naik. Tetapi bagi saya, menabung emas itu untuk persiapan jangka panjang. Jadi tidak hanya melihat harga hari ini, tetapi bagaimana tabungan emas bisa terus bertambah,” ujar Yeni.

Menurut Yeni, menabung emas juga memberikan pengalaman dalam mengelola keuangan secara bertahap. Ia menilai pembelian emas secara rutin dapat menjadi pilihan untuk menyisihkan sebagian penghasilan dan membangun simpanan.

“Pengalaman menabung emas mengajarkan kita untuk konsisten. Tidak harus langsung membeli dalam jumlah besar, yang penting ada target dan bisa menyisihkan uang secara rutin. Harapannya, tabungan ini bisa digunakan untuk kebutuhan di masa mendatang,” katanya.

Yeni berharap harga emas kembali mengalami penguatan sehingga nilai simpanan yang dimilikinya ikut meningkat. Namun, ia menyadari bahwa harga emas dapat bergerak naik dan turun sehingga keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan.

“Ekspektasi saya tentu harga emas bisa kembali naik. Tetapi yang paling penting bagi saya adalah tetap menabung sesuai kemampuan dan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena harga sedang turun,” ucapnya.

Ia menambahkan, investor perlu memahami selisih antara harga jual dan harga buyback sebelum membeli emas. Selisih tersebut menjadi pertimbangan, terutama bagi investor yang ingin menjual kembali emas dalam waktu dekat.

“Kalau mau menabung emas, kita juga harus memahami harga beli dan harga jual kembali. Jadi jangan hanya melihat harga emas naik, tetapi juga mempertimbangkan tujuan dan kapan tabungan itu akan digunakan,” tutur Yeni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....