Tiga Hari Berturut-turut, Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu
- 28 Agt 2026 09:51 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam Jumat (28/8/2026) turun Rp5.000 menjadi Rp2.718.000 per gram.
- Harga buyback turun Rp5.000 menjadi Rp2.578.000 per gram.
- Selisih harga jual dan buyback mencapai Rp140.000 per gram.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali terkoreksi pada Jumat (28/8/2026), sekaligus memperpanjang tren penurunan dalam tiga hari terakhir. Setelah turun Rp18.000 pada Rabu dan Rp27.000 pada Kamis, harga emas hari ini kembali susut Rp5.000 menjadi Rp2.718.000 per gram pada pukul 08.45 WIB.
Pada periode yang sama, harga buyback berada di level Rp2.578.000 per gram, turun Rp5.000 dari posisi sebelumnya. Dengan harga jual Rp2.718.000 dan buyback Rp2.578.000 per gram, terdapat selisih harga sebesar Rp140.000 per gram.
Jika dihitung sejak Rabu (26/8/2026), harga emas Antam telah terkoreksi Rp50.000 per gram. Bagi investor emas di Malinau, Widia, pergerakan harga dalam beberapa hari tidak selalu menjadi alasan untuk mengubah strategi investasi.
Ia menilai, emas perlu dilihat berdasarkan tujuan dan jangka waktu investasi. “Penurunan dalam beberapa hari itu masih bagian dari pergerakan harga. Jadi tidak bisa langsung disimpulkan bahwa prospek emas menjadi tidak bagus hanya karena harganya sedang turun." ucapnya.
Pengalaman berinvestasi membuatnya lebih memperhatikan pergerakan dalam jangka panjang dibandingkan perubahan harga dari hari ke hari. Ia mengatakan, investor yang terlalu fokus pada kenaikan atau penurunan harian berisiko mengambil keputusan berdasarkan situasi sesaat.
"Pengalaman saya, kalau berpatokan harga harian, kita memang mudah ikut terbawa. Ketika naik ingin membeli karena takut semakin mahal, ketika turun malah khawatir. Padahal sejak awal harus sudah ditentukan emas itu untuk tujuan apa dan berapa lama akan disimpan."
Widia juga menilai koreksi harga dapat menjadi kesempatan bagi investor untuk kembali mengevaluasi strategi, termasuk mempertimbangkan kemampuan keuangan sebelum menambah kepemilikan emas.
"Kalau harga turun memang bisa menjadi pertimbangan untuk membeli, tetapi bukan berarti setiap penurunan harus langsung dibeli. Saya tetap melihat dana yang tersedia, kebutuhan ke depan, dan tujuan investasi. Jangan sampai uang untuk kebutuhan penting justru dipakai membeli emas."
Menurutnya, emas masih memiliki prospek sebagai instrumen investasi jangka panjang. Meski demikian, keuntungan investasi tidak hanya ditentukan oleh kenaikan harga emas, tetapi juga oleh waktu pembelian dan selisih antara harga jual dengan harga buyback.
"Yang sering dilupakan adalah selisih harga beli dengan buyback. Jadi kalau kita membeli emas, tidak bisa hanya melihat harga emasnya nanti naik berapa. Harus dihitung juga kapan kira-kira kita menjual dan berapa selisih harganya."
Pergerakan harga dalam tiga hari terakhir memperlihatkan bahwa harga emas Antam dapat mengalami koreksi setelah berada pada level tinggi. Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi investor untuk tidak menjadikan pergerakan harian sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.
Bagi Widia, konsistensi menjadi bagian penting dalam investasi emas. Ia memilih melihat emas sebagai aset yang disimpan untuk tujuan tertentu, bukan instrumen untuk mengejar keuntungan dalam waktu singkat.
"Saya lebih nyaman menjadikan emas sebagai simpanan jangka panjang. Jadi ketika ada koreksi, tidak langsung panik. Selama tujuan awalnya jelas, kita bisa lebih tenang menghadapi naik turunnya harga." pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....