Harga Emas Antam Anjlok Rp27.000, Buyback Turun Rp47.000 per Gram

  • 17 Jul 2026 12:54 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan Antam turun Rp27.000 per gram menjadi Rp2.606.000 pada perdagangan Jumat (17/7/2026), melanjutkan pelemahan tipis sehari sebelumnya.
  • Harga pembelian kembali (buyback) terkoreksi lebih dalam sebesar Rp47.000 per gram menjadi Rp2.333.000, dengan spread harga mencapai Rp273.000.
  • Investor emas menilai fluktuasi harga merupakan dinamika pasar normal dan melihat koreksi sebagai peluang untuk menambah kepemilikan emas jangka panjang.
  • Emas tetap dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang cocok untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan meskipun kondisi ekonomi global penuh ketidakpastian.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam kembali mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Berdasarkan pembaruan harga pukul 09.07 WIB, harga emas turun Rp27.000 per gram menjadi Rp2.606.000, melanjutkan pelemahan tipis sehari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali (buyback). Harga buyback terkoreksi lebih dalam sebesar Rp47.000 per gram menjadi Rp2.333.000. Dengan demikian, selisih antara harga beli dan harga buyback kini mencapai Rp273.000 per gram, lebih tinggi dari spread harga sehari sebelumnya di angka Rp253.000.

Meski harga bergerak turun selama dua hari berturut-turut, investor emas di Malinau, Fajar, menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar sebagai bagian dari dinamika pasar logam mulia. Menurutnya, fluktuasi harga harian tidak menjadi pertimbangan utama bagi investor yang berorientasi jangka panjang.

"Kalau berinvestasi emas memang harus siap dengan naik turunnya harga. Saya tidak terlalu terpaku pada pergerakan harian karena tujuan saya bukan mencari keuntungan cepat, tetapi menjaga nilai aset dalam jangka panjang," ujarnya.

Fajar mengatakan emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman, terutama ketika kondisi ekonomi global dipenuhi ketidakpastian. Ia menilai koreksi harga justru dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin mulai menabung emas secara bertahap.

"Kalau harga turun seperti sekarang, saya melihatnya sebagai kesempatan untuk menambah kepemilikan. Dalam jangka panjang, emas tetap memiliki prospek yang baik karena nilainya cenderung bertahan dan terus meningkat seiring waktu," katanya.

Menurut Fajar, investasi emas juga cocok digunakan untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan, seperti biaya pendidikan, dana darurat, maupun tujuan keuangan lainnya. Karena itu, ia menyarankan masyarakat tidak mudah panik ketika harga mengalami penurunan.

"Yang terpenting adalah konsisten menabung emas sesuai kemampuan. Kalau tujuan investasinya jelas dan dilakukan dalam jangka panjang, fluktuasi harga seperti ini biasanya tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil akhirnya," ucapnya.

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan ekonomi global dan pergerakan nilai tukar yang dapat memengaruhi harga logam mulia. Namun bagi investor jangka panjang, emas tetap dinilai sebagai salah satu aset lindung nilai (safe haven) yang memiliki prospek positif di tengah ketidakpastian ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....