Akhiri Tren Positif, Harga Emas Antam Anjlok Rp35 Ribu per Gram

  • 24 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun Rp35.000 menjadi Rp2.605.000 per gram.
  • Harga buyback merosot Rp50.000 ke level Rp2.345.000 per gram.
  • Selisih harga jual dan buyback mencapai Rp260.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam mengalami koreksi signifikan pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.39 WIB, nilai emas batangan turun sebesar Rp35.000 per gram menjadi Rp2.605.000 per gram setelah sebelumnya mencatat tren penguatan selama tiga hari berturut-turut.

Harga buyback atau pembelian kembali juga terkoreksi lebih dalam, yakni sebesar Rp50.000 per gram menjadi Rp2.345.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback kini mencapai Rp260.000 per gram.

Penurunan tersebut mengakhiri tren positif yang berlangsung sejak Selasa (21/7/2026). Dalam tiga hari terakhir, harga emas Antam sempat mencatat akumulasi kenaikan sebesar Rp39.000 per gram sebelum akhirnya terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Seorang investor emas di Malinau, Via, menilai koreksi harga merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar setelah emas mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, fluktuasi tersebut tidak mengubah prospek emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

"Kalau melihat pergerakannya, penurunan seperti ini justru sering menjadi kesempatan bagi investor untuk menambah kepemilikan. Setelah mengalami kenaikan beberapa hari, biasanya pasar melakukan penyesuaian. Saya melihat koreksi kali ini masih dalam batas yang normal," ujar Via.

Ia menjelaskan bahwa keputusan berinvestasi emas tidak seharusnya didasarkan pada pergerakan harga harian semata. Menurutnya, investor perlu melihat tren dalam jangka waktu yang lebih panjang, mengingat emas selama ini dikenal mampu mempertahankan nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Bagi saya, emas tetap menjadi instrumen yang aman untuk menjaga nilai kekayaan. Jadi ketika harga turun, saya tidak terburu-buru panik menjual, tetapi justru mempertimbangkan untuk membeli secara bertahap agar rata-rata harga investasi menjadi lebih baik," katanya.

Via mengaku tujuan utamanya berinvestasi emas adalah membangun aset jangka panjang sekaligus mempersiapkan kebutuhan finansial di masa mendatang. Ia memilih strategi pembelian secara rutin tanpa terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga harian.

"Saya memang menyiapkan investasi emas untuk tujuan jangka panjang, baik sebagai dana cadangan maupun untuk kebutuhan masa depan. Saya merasa lebih tenang dengan pembelian berkala karena tidak perlu menebak kapan harga akan berada di titik paling rendah," tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang ingin mulai berinvestasi agar memahami karakteristik emas sebagai aset jangka panjang. Menurutnya, kesabaran menjadi kunci agar manfaat investasi dapat dirasakan secara optimal.

"Kalau orientasinya jangka panjang, koreksi harga seperti hari ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Yang penting adalah konsisten menabung emas sesuai kemampuan dan memiliki tujuan investasi yang jelas," ucap Via.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....