Harga Emas Antam Awali Pekan di Level Rp2,75 Juta per Gram

  • 24 Agt 2026 15:30 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam naik Rp10.000 per gram menjadi Rp2.750.000 pada Senin pagi (24/8/2026) pukul 08.33 WIB.
  • Harga buyback emas Antam juga meningkat Rp10.000 per gram ke level Rp2.610.000 per gram.
  • Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam mencapai Rp140.000 per gram pada periode ini.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam mengawali pekan ini dengan penguatan Rp10.000 per gram. Berdasarkan perubahan terakhir pada Senin (24/8/2026) pukul 08.33 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.750.000 per gram, naik dari Rp2.740.000 yang tercatat pada akhir pekan lalu, Sabtu (22/8/2026).

Kenaikan yang sama juga terjadi pada harga buyback, yang kini berada di level Rp2.610.000 per gram, atau meningkat Rp10.000 dibandingkan posisi sebelumnya. Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini mencapai Rp140.000 per gram.

Bagi investor yang menjadikan emas sebagai instrumen tabungan jangka panjang, perubahan harga harian tidak selalu menjadi alasan untuk mengambil keputusan jual atau beli secara terburu-buru. Fluktuasi justru dipandang sebagai bagian dari perjalanan investasi.

Wina, investor emas di Malinau, mengatakan dirinya tetap menyikapi kenaikan maupun penurunan harga emas secara positif karena tujuan utamanya adalah menyimpan emas untuk kebutuhan jangka panjang.

“Sebagai investor dengan tujuan menabung emas untuk jangka panjang, naik atau pun turun harga emas tetap disyukuri,” ujar Wina.

Menurutnya, ketika harga emas naik, kenaikan tersebut berarti nilai aset yang telah disimpan ikut bertambah. Pergerakan harga ke atas tetap memberikan keuntungan bagi investor yang sudah memiliki emas.

“Soalnya kalau naik kan artinya emas yang sudah dibeli nilainya bertambah,” katanya.

Sebaliknya, ketika harga mengalami penurunan, kondisi tersebut juga tidak selalu dipandang sebagai sesuatu yang merugikan. Bagi investor yang masih memiliki dana lebih, penurunan harga dapat menjadi kesempatan untuk menambah kepemilikan.

“Kalau turun ya kita beli kalau kebetulan pas lagi ada dana nganggur,” ujar Wina.

Cara pandang tersebut membuat keputusan investasi tidak semata-mata didasarkan pada pergerakan harga dalam hitungan hari. Emas disimpan hingga kebutuhan atau target keuangan yang direncanakan telah tercapai.

Wina mengatakan, keuntungan investasi emas menurutnya lebih terasa ketika aset tersebut memang sudah waktunya dicairkan sesuai tujuan awal.

“Yang kita harapkan sebenarnya ketika emas yang udah disimpan sudah saatnya dijual atau tujuan keuangan sudah tercapai, saat itu kita bisa jual dengan harga jauh lebih menguntungkan,” katanya.

Penguatan harga pada awal pekan ini pun menjadi bagian dari dinamika tersebut. Selisih Rp140.000 per gram antara harga jual dan buyback menunjukkan bahwa keuntungan investasi tidak cukup dilihat hanya dari kenaikan harga jual, tetapi juga dari harga pembelian kembali saat emas dijual.

Bagi investor jangka panjang seperti Wina, pergerakan tersebut menjadi bagian dari proses menabung aset. Fokusnya bukan mengejar keuntungan dari setiap perubahan harga, melainkan menjaga konsistensi hingga emas tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....