Konsep Irau ke-12 Dimatangkan, Budaya Lokal Jadi Napas Perayaan

  • 22 Agt 2026 15:58 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mempersiapkan Irau ke-12 dan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau.
  • Kekayaan budaya dan potensi lokal menjadi fokus utama dalam penyusunan rangkaian kegiatan perayaan.
  • Rapat persiapan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 telah diselenggarakan di Ruang Rapat Intulun, Kantor Bupati Malinau pada Kamis (20/8/2026).

RRI.CO.ID, Malinau - Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mematangkan konsep pelaksanaan Irau ke-12 yang akan dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau. Tahun ini, kekayaan budaya dan potensi lokal menjadi napas dalam penyusunan rangkaian kegiatan.

Hal tersebut dibahas dalam rapat persiapan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 di Ruang Rapat Intulun, Lantai II Kantor Bupati Malinau, Kamis (20/8/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, mengatakan konsep Irau tahun ini akan lebih diarahkan untuk menggali potensi lokal, khususnya budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar perayaan Irau tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan, menghidupkan dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya daerah.

“Tahun ini kita lebih menggali kepada potensi lokal dan budaya lokal,” ujar Ernes.

Irau Kabupaten Malinau sebelumnya dilaksanakan dua tahun sekali. Namun, setelah Malinau masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), Irau kini diarahkan menjadi agenda tahunan.

Perubahan tersebut turut memengaruhi konsep penyelenggaraan tahun ini. Ernes mengatakan rangkaian Irau ke-12 dirancang berlangsung paling lama selama tujuh hari dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang memberi ruang lebih besar bagi potensi masyarakat lokal.

Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain permainan rakyat melalui Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), keterlibatan pelajar, serta penampilan band lokal.

Menurut Ernes, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam konsep Irau tahun ini. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah ingin budaya lokal tidak hanya ditampilkan dalam seremoni, tetapi juga semakin dikenal dan dibanggakan oleh generasi muda.

“Selama satu pekan itu ada beberapa kegiatan, termasuk semua band lokal,” katanya.

Salah satu agenda yang telah disiapkan adalah karnaval budaya pada 24 Oktober 2026. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat melibatkan masyarakat secara luas sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman budaya yang dimiliki Kabupaten Malinau.

“Kita harapkan nanti seluruh masyarakat Malinau terlibat untuk memperkuat, anak-anak bangga dengan budayanya. Ini yang kita mau coba gali di tahun ini, tema kita lebih kepada budaya lokal kita,” ujar Ernes.

Selain menjadi bagian dari peringatan hari jadi daerah, pelaksanaan Irau juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat eksposur terhadap potensi budaya lokal. Budaya tidak hanya menjadi pelengkap rangkaian acara, tetapi menjadi inti dari identitas perayaan.

HUT Kabupaten Malinau sendiri diperingati setiap 26 Oktober. Persiapan rangkaian HUT ke-27 dan Irau ke-12 selanjutnya akan dimatangkan melalui koordinasi antarperangkat daerah dan pihak terkait.

Pemkab Malinau berharap Irau ke-12 dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk merayakan hari jadi daerah sekaligus mengenali, menampilkan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....