Peran Strategis Lembaga dalam Memperkuat Bahasa Indonesia

  • 05 Mar 2026 18:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penguatan kedaulatan Bahasa Indonesia tidak hanya bergantung pada masyarakat, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai lembaga, termasuk dunia pendidikan, industri media, hingga pembuat kebijakan.

Wakil Rektor Universitas Ma Chung, Wawan Eko Yulianto, menilai penggunaan bahasa asing dalam iklan masih cukup dominan di Indonesia. Hal ini sering kali dipilih karena dianggap lebih akrab di telinga masyarakat akibat paparan media global.

Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya tidak ideal jika dilihat dari perspektif kedaulatan Bahasa Indonesia.

“Jika ukurannya adalah kedaulatan bahasa, maka pembuat iklan seharusnya lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia yang dapat dipahami oleh masyarakat luas,” ujarnya, Kamis (5/3/2026)

Di lingkungan kampus sendiri, penggunaan Bahasa Indonesia tetap menjadi kewajiban akademik. Mahasiswa tidak hanya mempelajari Bahasa Indonesia melalui mata kuliah, tetapi juga dituntut menggunakan bahasa yang efektif dan efisien dalam komunikasi akademik.

Di sisi lain, organisasi profesi seperti Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) juga memiliki strategi khusus untuk memperluas penggunaan Bahasa Indonesia.

Organisasi ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul akademisi sastra, tetapi juga berupaya menjangkau masyarakat luas melalui berbagai media dan kegiatan literasi.

Selain itu, upaya memperkaya Bahasa Indonesia juga dilakukan melalui penerjemahan karya asing. Salah satunya melalui platform digital milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyediakan buku anak terjemahan yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkaya kosakata Bahasa Indonesia sekaligus memperluas akses literasi bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita