Dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia: Sejarah Panjang Bahasa Persatuan Bangsa
- 05 Mar 2026 18:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Bahasa Indonesia yang kini digunakan oleh lebih dari 270 juta penduduk Indonesia memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya menjadi bahasa persatuan bangsa.
Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Dr. Gatot Sarmidi, menjelaskan bahwa Bahasa Indonesia pada awalnya berkembang dari bahasa Melayu yang digunakan sebagai bahasa perantara antardaerah di Nusantara.
Pada masa kolonial, bahasa pengantar pendidikan justru menggunakan bahasa Belanda. Namun bahasa Melayu tetap digunakan masyarakat sebagai alat komunikasi lintas wilayah.
Perjuangan menjadikan bahasa Melayu sebagai Bahasa Indonesia juga tidak lepas dari peran dunia sastra. Karya sastra seperti novel Siti Nurbaya menjadi bagian dari perkembangan awal penggunaan Bahasa Indonesia dalam karya tulis.
Momentum penting terjadi setelah Sumpah Pemuda 1928, ketika Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan. Sejak saat itu, para sastrawan mulai aktif menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai karya.
Perkembangan sastra pada era Angkatan 45 hingga Angkatan 66 turut memperkaya kosakata Bahasa Indonesia.
Saat ini, perkembangan bahasa semakin didukung dengan berbagai regulasi, termasuk undang-undang tentang bahasa serta penyusunan kamus yang terus diperbarui.
Gatot menilai pengakuan internasional terhadap Bahasa Indonesia, termasuk penggunaannya dalam forum UNESCO, menjadi bukti bahwa bahasa ini semakin siap menjadi bahasa dunia.
“Pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi yang digunakan di forum UNESCO menunjukkan bahwa bahasa kita semakin bermartabat dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya, Kamis (5/3/2026)
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa globalisasi budaya tetap menjadi tantangan bagi keberlangsungan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah.