Kedaulatan Bahasa Indonesia Dimulai dari Pendidikan dan Literasi di Sekolah

  • 05 Mar 2026 18:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Upaya meneguhkan kedaulatan Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan. Sekolah dan kampus memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa nasional, termasuk melalui berbagai kegiatan literasi.

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Dr. Gatot Sarmidi, menilai berbagai program literasi di sekolah telah memberi dampak positif terhadap penguatan penggunaan Bahasa Indonesia. Salah satu contoh yang banyak dilakukan adalah penyediaan pojok literasi serta kegiatan lomba bahasa dan sastra.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap Bahasa Indonesia sebagai simbol identitas bangsa.

Gatot menegaskan Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang harus dikuasai dengan baik oleh seluruh masyarakat. Bahkan saat ini, Bahasa Indonesia semakin menunjukkan martabatnya di tingkat global, salah satunya dengan pengakuan sebagai bahasa resmi yang digunakan dalam forum UNESCO.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan Bahasa Indonesia tidak boleh mematikan bahasa daerah. Justru keduanya harus berkembang berdampingan agar kekayaan budaya bangsa tetap terjaga.

“Bahasa daerah tidak boleh mati. Kita harus tetap menumbuhkannya agar tetap bertahan di tengah perkembangan bahasa asing yang semakin kuat,” jelasnya, Kamis (5/3/2026)

Selain itu, Gatot menilai perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan sekaligus peluang bagi Bahasa Indonesia. Media sosial dan budaya digital kerap menghadirkan variasi bahasa baru, namun di sisi lain dapat menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda untuk mengekspresikan gagasan dalam Bahasa Indonesia.

Meski begitu, ia menekankan bahwa penguasaan Bahasa Indonesia baku tetap penting, terutama dalam situasi resmi dan akademik.

Rekomendasi Berita