“Eling lan Waspada” Jadi Pengingat di tengah Krisis Moral Era Digital

  • 04 Mar 2026 20:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat hidup terasa semakin mudah, cepat, dan praktis. Informasi mengalir tanpa batas melalui media sosial, komunikasi terjadi hanya dalam hitungan detik. Namun di balik semua kemajuan itu, masyarakat juga dihadapkan pada fenomena yang memprihatinkan: krisis moral.

Hal tersebut menjadi sorotan dalam Program Mimbar Hindu Programa (PRO) 1 RRI Malang yang menghadirkan narasumber Rubi Supriyanto, S.Ag., M.Si. dengan tema “Eling lan Waspada: Nilai Hindu di Tengah Krisis Moral.”

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan reflektif, Rubi Supriyanto mengungkapkan bahwa krisis moral saat ini dapat dilihat dari berbagai kasus yang hampir setiap hari menghiasi media.

“Kita sering mendengar berita tentang penyalahgunaan kewenangan, tindakan mengambil hak orang lain, hingga berbagai bentuk kekerasan. Ini menunjukkan nilai kejujuran dan tanggung jawab semakin memudar,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan, dalam ajaran Hindu, tindakan mengambil hak orang lain bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran spiritual karena mengingkari nilai Satya atau kejujuran. Nilai ini merupakan bagian dari Dharma yang menjadi landasan hidup umat Hindu.

Selain itu, meningkatnya kekerasan verbal di media sosial juga menjadi tanda lemahnya pengendalian diri. Pertikaian kecil dapat membesar karena kurangnya toleransi dan empati. Padahal, ajaran Hindu mengenal konsep “Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku” yang menekankan kesatuan dan penghormatan terhadap keberagaman.

“Teknologi itu netral. Ia bisa menjadi sarana kebaikan, tetapi bisa pula menjadi alat penyebar hoaks dan konten yang merusak moral jika tidak digunakan dengan bijak,” jelasnya.

Melalui tema “Eling lan Waspada”, Rubi mengajak masyarakat untuk kembali menyadari bahwa krisis moral adalah cerminan sejauh mana kita mampu mengamalkan Dharma dalam kehidupan nyata.

Rekomendasi Berita