Langkah Tepat Menolong Korban Kecelakaan saat Mudik
- 13 Mar 2026 15:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID – Malang: Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tergolong tinggi, terutama ketika arus perjalanan mudik menjelang Idul Fitri berlangsung setiap tahun. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama sering menyebabkan korban terlambat mendapat bantuan atau bahkan menerima penanganan yang keliru.
Kondisi tersebut dapat memperburuk keadaan korban karena tindakan yang tidak tepat dapat menambah cedera atau memperparah luka. Padahal kepedulian sederhana dari orang sekitar dapat memberikan kesempatan besar untuk menyelamatkan nyawa seseorang di lokasi kejadian.
Korban kecelakaan yang tidak segera mendapatkan bantuan berisiko mengalami kondisi kritis bahkan kehilangan nyawa dalam waktu singkat. Pertolongan pertama yang dilakukan dengan benar sebelum tenaga medis datang dapat membantu menjaga keselamatan korban serta mencegah terjadinya kecacatan.
Ketika seseorang menemukan kejadian kecelakaan di jalan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera menghubungi layanan darurat. Di Indonesia masyarakat dapat menghubungi nomor 119 untuk meminta bantuan medis atau penanganan darurat secepat mungkin.
Sebelum membantu korban, penting memastikan bahwa penolong tidak berada dalam situasi berbahaya yang dapat menyebabkan cedera tambahan. Mintalah bantuan orang lain di sekitar lokasi untuk membantu mengamankan area agar tidak menimbulkan kecelakaan lanjutan.
Semua mesin kendaraan yang terlibat kecelakaan sebaiknya dimatikan untuk menghindari risiko kebakaran atau bahaya lain di lokasi kejadian. Utamakan memberikan pertolongan kepada korban yang masih hidup serta memindahkan mereka ke tempat aman jika situasi memungkinkan.
Namun kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan sebaiknya tidak dipindahkan karena dapat menjadi bagian dari barang bukti bagi kepolisian. Setelah area aman, penolong perlu memastikan kondisi korban apakah masih hidup atau sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan.
Cara sederhana untuk mengecek kondisi korban dapat dilakukan dengan melihat kesadaran serta mendengarkan pernapasan korban secara langsung. Penolong dapat mendekatkan telinga atau pipi ke hidung korban sambil memperhatikan gerakan dada untuk mengetahui apakah korban masih bernapas.
Apabila korban masih hidup dan mengeluh sulit bernapas, lepaskan benda yang mengikat tubuh seperti helm, jaket, atau kancing pakaian. Longgarkan ikat pinggang korban dan jangan memberikan minuman sebelum bantuan tenaga medis tiba di lokasi kejadian.