Petani Duku Rejoso Mulai Panen Raya
- 13 Mar 2026 08:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Bagaimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang terkenal itu?Beruntung sekali bisa berkesempatan menyaksikan panen duku rejoso langsung dari pohonnya, di salah satu desa penghasil buah duku di Dusun Petahunan, Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan
Ini langka, sebab hampir semua petani duku rejoso di empat desa tak perlu menjualnya ke pasar. Sebab sudah ada pembeli yang memborongnya langsung dari kebunnya.
Salah seorang Petani Duku Rejoso, Abdul Karim mengaku memiliki pohon duku sejak sekitar tahun 1970.
Dulu, jumlah pohon yang dimiliki cukup banyak sampai 50 pohon lebih. Tapi untuk saat ini hanya separuhnya, sebab banyak yang sudah mati.
"Dulu masih belajar bungkus duku dan pohonnya masih banyak. Tapi sekarang banyak yang mati," ungkapnya, Jumat (13/3/2026).
Dalam satu pohon berukuran besar dan berusia belasan tahun bisa menghasilkan 1 kwintal duku. Namun untuk rata-rata per pohon dapat dipanen hingga 60-70 kg.
Kata Karim, duku yang dipanennya dijual per 1 kg dengan harga antara 27 ribu sampai 30 ribu.
"Jualnya gak sampek ke pasar, sudah diborong sama pembeli kayak mas yono itu," terangnya.
Diakui Karim, duku rejoso berbeda dengan duku palembang maupun duku lainnya. Perbedaan tersebut terletak pada citarasa yang manis, tahan lama, berbiji kecil, serta memiliki ketebalan daging yang luar biasa.
"Silahkan coba datang ke sini dan menikmati duku rejoso yang segar, sangat manis dan daging tebal," ucapnya.
Sementara itu, Camat Rejoso, Arfian Fakhrudin Kurdiamsyah menegaskan sampai saat ini, tak kurang dari 1000 pohon duku masih berdiri kokoh menghasilkan kualitas buah yang sangat manis, berbiji kecil dan dan daging yang tebal.
Meski secara jumlah sudah berkurang, namun masyarakat di 4 desa di Kecamatan Rejoso masih banyak yang mempertahankan pohon duku sebagai penghasil cuan, saat musim panen tiba.
"Ada 4 desa penghasil duku, yakni Desa Ketegan, Kawisrejo, Pandanrejo dan Rejoso Kidul. Paling banyak ada di Desa Kawisrejo dan Pandanrejo, yang mendahului panennya di sini, di Desa Ketegan," terangnya.
Saat ditanya apakah ada upaya yang dilakukan untuk memperbanyak jumlah bibit pohon duku di semua desa tersebut, Arfian menegaskan beberapa kali sudah dilakukan. Terutama bantuan dari Dinas Pertanian sampai CSR perusahaan.
"Dari PT CJI juga sudah pernah memberikan bantuan cangkok antara duku dengan langsep lokal, ada yang berkembang sampai sekarang, tapi ada yang tidak karena kami kembalikan lagi kepada petaninya," tegasnya.
Ke depan, Arfian berharap warga terus melestarikann pohon duku sebagai ikon buah khas Kecamatan Rejoso dan Kabupaten Pasuruan.
"Harapan kami, pohon duku dapat dijaga kelestariannya, sebab dapat meningkatkan ekonomi warga jika panen, dan menjadikan Rejoso sebagai ikon buah duku yang tidak akan pernah terganti," harapnya.