Kisah Perajin Payung Kertas Asal Kota Blitar
- 06 Okt 2025 04:52 WIB
- Malang
KBRN, Blitar : Pada bagian sudut di Kota Blitar tepatnya di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul ada seorang pria dengan usia senja yang masih terlihat bugar sedang memproduksi kerajinan payung kertas.
Dia adalah Asbani (70), merupakan bapak tiga orang anak yang sudah menggeluti kerajinan payung kertas sejak tahun 1990 an.
Saat ditemui di rumahnya, Asbani menceritakan bahwa dirinya awalnya belajar memproduksi kerajinan payung kertas secara otodidak. Produknya pun disukai oleh pelanggannya asal Kabupaten Sidoarjo dan saat itu selalu rutin memesan kepada dirinya.
"Punya pelanggan tetap dari Sidoarjo, tapi gak tau kenapa tiba-tiba berhenti memesan ke saya. Sehingga, usaha ini tutup total, karena sepi pembeli," ujarnya, Senin (6/10/2025).
Dia menjelaskan, pasca usaha produksi payung kertasnya itu tutup, Asbani bekerja seadanya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.
Asbani, mulai berusaha dengan cara beternak jangkrik, memelihara sapi dan kambing pun ia lakukan untuk menyambung hidup keluarganya.
Meski usahanya sudah berjalan selama 15 tahun, nyatanya juga tak bisa bertahan seterusnya. Karena kondisi yang sepi, usahanya sempat terhenti selama 10 tahun lamanya.
"Berhenti selama 10 tahun, dan baru mulai produksi membuat payung kertas sejak empat tahun terakhir ini. Pesanan juga ada, tapi tidak sebanyak dulu, biasanya per bulan membuat 350 biji payung kertas dan itu pesanan dari Tulungagung, Kediri, Surabaya, dan lokal Blitar," jelasnya.
Harga jual payung kertas yang ia jual ini juga sangat murah, per biji hanya dijual seharga Rp10 ribu, dengan jenis warna putih dan juga warna merah.
Sejak empat tahun terakhir ini, ia mengerjakan sendiri kerajinan payung, mulai penyiapan bahan sampai produksi. Untuk bahannya, ia sebagian memanfaatkan limbah kayu dari perajin yang harganya lebih murah.
"Yang pesan itu biasanya guru untuk tugas mewarna siswa di sekolah. Ada juga yang pesan untuk payung makam dan lain-lain," kata dia.
Perlu diketahui, proses pembuatan patung kertas dimulai dengan merangkai belahan bambu untuk rangka kerajinan payung kertas. Bambu yang sudah dibelah itu, dirangkai menggunakan benang untuk menjadi bagian atap payung.
Setelah sudah selesai dirangkai, dikaitkan dengan salah satu ujung kayu yang sudah dibentuk bulat panjang yang berfungsi sebagai gagang payung.
"Proses yang terakhir, tinggal memasang atap payung menggunakan bahan kertas. Caranya ditempelkan kertas pada rangka atap payung menggunakan lem. Kemudian, sudah jadi dan bisa digunakan," imbuhnya.