Dari Keterbatasan Tumbuh Harapan: Usaha Kopi dan Miller Munir di Lawang
- 23 Apr 2025 08:30 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Di tengah keterbatasan fisik yang dimilikinya, Munir, seorang penyandang disabilitas asal Lawang, yang membuktikan bahwa semangat serta ketekunan mampu menembus segala rintangan. Dengan membuka bisnis kecil berjualan kopi dan Miller, Munir tak hanya berusaha mandiri namun juga menjadi tulang punggung keluarga demi membantu sang ayah yang kini mulai sakit-sakitan dan menua.
Munir kini tengah mengikuti program pembinaan di Empower Academy sebagai upaya untuk mengembangkan bisnisnya. Melalui pelatihan ini, ia belajar strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga cara memperluas jangkauan bisnisnya agar lebih berkembang dan berkelanjutan.
Dengan semangat belajar yang tinggi, Munir mulai menjual kopi bubuk dan Miller, minuman dengan bahan dasar seledri yang memiliki cita rasa khas yang unik dan menyegarkan. Ia belajar langsung dari tetangganya bagaimana mengolah kopi serta meracik Miller hingga pada akhirnya siap untuk dijual. Produk-produk tersebut kemudian Munir beri nama Kohinesia, sebuah merek yang lahir dari tangan-tangan penuh semangat dan harapan.
Tidak hanya berhenti sampai situ, Munir juga dikabarkan merintis usaha lain. Ia memproduksi keset yang ia pelajari dari komunitas disabilitas, serta menerima barang titipan seperti kerupuk, sari apel, serta sembako untuk turut dipasarkan. Harga keset yang ia produksi pun dijual dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000, yang membuat keset tersebut diminati oleh warga atau tetangga di sekitarnya.
Setiap butir kopi yang digiling dan dikemas oleh Munir ternyata menyimpan kisah ketekunan yang melampaui batas. Sementara Miller, dengan rasa seledri yang khas dan berani, dapat mencerminkan keberanian yang terpancar dari para penyandang disabilitas untuk keluar dari batasan serta menciptakan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Adapun produk Kohinesia yang dijual mulai dari kopi bubuk 50 gram yang dibanderol mulai dari harga Rp7.000 dan Miller 250 gram yang dibanderol mulai dari harga Rp7.000.
Lewat usahanya yang terus berkembang, Munir aktif mengikuti pembinaan di Empower Academy untuk memperkuat kemampuan bisnisnya, mulai dari pemasaran hingga pengelolaan keuangan. Munir juga menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang penuh dengan semangat dan makna. (AV)