Sambut Lebaran, Pesanan Kue Kering Lebaran di Blitar Naik
- 12 Mar 2026 04:23 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, usaha kue kering rumahan di Kabupaten Blitar mulai menggeliat. Salah satunya dirasakan Kristina (39), ibu rumah tangga asal Desa Jeding, Kecamatan Sanankulon, yang kebanjiran pesanan hingga ratusan toples.
Permintaan kue kering buatannya meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kristina menyebut jumlah pesanan pada Lebaran tahun ini naik sekitar 50 persen.
"Alhamdulillah ada peningkatan sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Kristina saat ditemui, Rabu (11/3/2026).
Aktivitas produksi terlihat ramai di rumahnya. Beberapa pekerja sibuk membuat adonan dan memanggang kue di bagian belakang rumah, sementara lainnya fokus pada proses pengemasan sebelum produk dikirim kepada pelanggan.
Tingginya permintaan membuat Kristina harus menutup pemesanan lebih awal. Ia memutuskan menghentikan penerimaan order pada 10 Maret 2026 agar dapat menyelesaikan seluruh pesanan tepat waktu sebelum Lebaran.
"Pesanan sudah kami tutup sejak tanggal 10 Maret, sekarang tinggal menyelesaikan yang sudah masuk,"katanya.
Usaha kue kering ini sudah dijalankan Kristina sekitar empat tahun terakhir. Namun produksi dalam jumlah besar hanya dilakukan saat momen menjelang Lebaran. Di luar musim tersebut, ia biasanya menerima pesanan kue lain seperti donat dan pizza.
Beragam jenis kue kering khas Lebaran diproduksi, mulai dari nastar, kastengel, lidah kucing, putri salju, roti kacang hingga roti mawar. Menariknya, beberapa varian yang sebelumnya kurang diminati kini justru banyak dipesan pelanggan, seperti lidah kucing dan sagu keju.
Kue kering dijual dalam kemasan toples dengan berat sekitar 250 hingga 400 gram. Harganya dibanderol mulai Rp35 ribu per toples. Selain itu, tersedia juga paket hampers yang berisi dua hingga tiga toples kue kering yang kerap dijadikan bingkisan Lebaran.
Untuk paket hampers dua toples, harga ditawarkan mulai Rp84 ribu. Sedangkan paket tiga toples dijual mulai Rp121 ribu.
"Bahan yang kami gunakan kualitasnya bagus, jadi masuk kategori kue kering premium," ucapnya.
Dalam satu musim Lebaran tahun ini, penjualan kue kering di tempatnya diperkirakan mencapai 500 hingga 700 toples. Sebagian besar pembeli berasal dari wilayah Blitar dan sekitarnya.
Untuk pemasaran, Kristina memanfaatkan berbagai cara, mulai dari menawarkan produk ke kantor pemerintahan, menitipkan ke toko oleh-oleh dan swalayan, hingga mempromosikan lewat media sosial dan WhatsApp.
Dari penjualan tersebut, omzet yang diperoleh diperkirakan bisa menembus lebih dari Rp20 juta.
"Saya mulai produksi sejak sebelum Ramadan. Biasanya saya buat tester dulu untuk calon pelanggan sebelum akhirnya mereka memesan dalam jumlah besar," pungkas dia.