Perjuangan Pelaku UMKM Perempuan Menghadapi Pandemi
- 09 Mar 2026 19:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pandemi COVID-19 menjadi ujian berat bagi banyak pelaku UMKM di Indonesia. Namun di balik masa sulit tersebut, muncul kisah perjuangan yang menunjukkan ketangguhan pelaku usaha perempuan. Salah satunya dialami Lukis Oktihariati, owner Lukis Camilan di Malang, yang sempat mengalami penurunan omzet drastis saat pandemi.
Sebelum pandemi, usaha camilan yang ia rintis mampu mencatat omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan. Produknya tersebar di berbagai toko oleh-oleh di Kota Malang melalui sistem konsinyasi dan reseller. Namun kondisi berubah drastis ketika pandemi melanda.
“Awal pandemi omzet turun sekitar 30 persen. Tahun berikutnya lebih parah, dari sekitar 300 juta rupiah per bulan tinggal 5 juta saja,” ungkap Lukis, Senin (9/3/2026).
Penurunan itu tidak hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga pada kondisi mental dan keluarga. Banyak produk yang harus diretur karena tidak terjual hingga akhirnya kedaluwarsa.
“Banyak barang yang akhirnya masuk tempat sampah karena expired. Suami sampai sakit karena tekanan usaha,” katanya.
Meski demikian, Lukis tidak menyerah dan berusaha perlahan membangun kembali jaringan pemasaran. Kini ia mulai bangkit dengan strategi yang lebih hati-hati, terutama dalam memilih mitra penjualan. Ia menilai pandemi menjadi proses seleksi bagi reseller dan toko yang memiliki sistem pembayaran sehat.
“Sekarang kalau ada toko yang mau bekerja sama lagi, saya baru produksi lagi. Pelan-pelan tapi pasti,” ujarnya.
Pengalaman itu menunjukkan ketahanan pelaku UMKM perempuan yang mampu bertahan bahkan setelah krisis berat.