Dari Keripik Rumahan hingga Furnitur Berbasis Digital
- 09 Mar 2026 19:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perempuan memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus ekonomi daerah. Hal itu tergambar dalam dialog Program Beranda Asta Cita Pro 1 RRI Malang bertema Perempuan Kekuatan UMKM Jawa Timur
Dua pelaku UMKM perempuan, Lukis Oktihariati dan Sari Fatmawati, berbagi pengalaman membangun usaha dari skala kecil hingga berkembang, dengan strategi yang berbeda namun memiliki semangat yang sama: berani memulai.
Lukis Oktihariati, owner Lukis Camilan, memulai usahanya sejak masa kuliah pada 2006. Saat melakukan penelitian skripsi di Lampung, ia melihat industri rumahan keripik yang berkembang di sana.
“Di dekat tempat saya penelitian ada UMKM yang memproduksi keripik Lampung. Saya ikut membantu produksi, lalu terpikir kenapa di Malang belum banyak. Akhirnya saya coba bikin sendiri dan dititipkan ke toko,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Awalnya usaha ini hanya bisnis sampingan, tetapi berubah menjadi sumber penghasilan utama setelah usaha toko komputer suaminya terdampak perubahan pasar digital pada 2015.
Dari pengalaman itu, Lukis menekankan pentingnya keberanian mengambil langkah. Ia mengembangkan berbagai produk mulai dari keripik pisang, keripik ubi, hingga cokelat, yang dipasarkan melalui beberapa merek seperti Dandika, Lucky’s Chocolate, dan kue basah Bu Gendut. Saat ini produknya telah memiliki sekitar 33 izin PIRT.
“Langsung eksekusi saja, jangan terlalu banyak berpikir. Kadang ide datang dari kebetulan, bahkan dari hal sederhana seperti melihat tren produk yang laris,” katanya.
Sementara itu, Sari Fatmawati, owner Azza Furniture, memulai bisnis furnitur pada 2017 dengan memanfaatkan media digital sejak awal. Ia menggunakan Facebook dan Instagram sebagai sarana pemasaran, bahkan sebelum mengenal marketplace.
“Kami belajar membaca kebutuhan pasar. Saat pandemi, banyak orang bekerja dari rumah, jadi kami fokus membuat meja kerja, kitchen set, dan perlengkapan kantor di rumah,” jelasnya.
Strategi tersebut justru membuat bisnisnya berkembang di tengah krisis, hingga kini Azza Furniture memiliki showroom di Sukun dan workshop di Pakisaji.